Mumtazi, Si Anak Penjual Kapur Dapat Beasiswa Kedokteran

0
153 views
BERSAMA KELUARGA. Muhammad Mumtazi Al Jawi (dua dari kanan) bersama Ibunda dan ke empat adik-adiknya. (foto dok keluarga)

KENDALMU.COM | WELERI. Muhammad Mumtazi Aljawi (20), anak pertama pasangan dari Wandi (almarhum) dengan Nur Arisah di tahun akademik 2021-2022 telah lolos seleksi dan berhak menerima beasiswa dokter Muhammadiyah Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY) sampai lulus studi.

Mumtazi, begitu panggilan kesehariannya. Ia adalah alumni Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 1 Weleri tahun 2020.

“Selepas SMA Muhi Weleri saya tidak langsung mendaftar kuliah, tapi nyantri dulu selama satu tahun di Bekasi” kata Mumtazi mengawali perbincangan dengan kendalmu.com Sabtu (21/8) di SD Muhammadiyah Weleri.

Selama nyantri, Mumtazi memanfaatkannya untuk menghafal Al qur’an dan sudah hafal 22 juzz, maka tidak berlebihan hafidz Al qur’an memberi manfaat yang besar bagi dirinya.

Bagi Mumtazi menjadi dokter adalah cita – citanya sejak kecil dan dia harus mewujudkannya.

“Ketika saya mencari informasi tentang beasiswa kedokteran di Indonesia yang pertama kali muncul adalah UMY, beasiswa khusus dokter Muhammadiyah” ujarnya.

Informasi itu saya sampaikan kepada Ibu, lanjutnya dan segera kami lengkapi persyaratan-persyaratannya yang telah ditentukan.

Dia mengatakan, dari beberapa persyaratan beasiswa dokter Muhammadiyah UMY, Mumtazi merasa lebih dari cukup, terutama hafalan Al Qur’an dan nilai akademiknya.

“Dari syarat-syarat yang ditentukan, saya merasa cukup untuk bisa memenuhinya” katanya.

Ketika penerimaan mahasiswa beasiswa dokter Muhammadiyah diumumkan dan nama Mumtazi muncul sebagai salah satu calon mahasiswa penerima beasiswa ia merasa bersyukur.

“Luar biasa, Alhamdulillah bersyukur” ungkapnya.

Rasa syukur juga juga diungkapkan oleh sang ibu, Nur Arisah yang telah selalu mendo’akannya.

“Saya sangat terharu, bersyukur sekali kepada Allah. Allhamdulilah Mumtazi bisa lolos dan dapat beasiswa program dokter Muhammadiyah” tulis Arisah melalui chatting WhatsApp kepada kendalmu.com Selasa siang (31/8).

BACA JUGA :  Mukamimah ; Dengan Bismillah, Abon Ayamnya Mengalir Berkah

Arisah menilai Mumtazi sebagai anak mbareb termasuk yang berprilaku baik dan bisa mengarahkan kepada ke empat adiknya itu.

“Alhamdulillah perilakunya baik terhadap adik-adiknya, bisa membimbing, mengarahkan. Kalau adik-adiknya kumpul do rumah, diisi taklim keluarga pada malam hari” imbuhnya.

Diketahui, Nur Arisah telah ditinggal mati oleh suaminya, Wandi tahun 2013 ketika Mumtazi duduk di kelas VI SD.

Kini Mumtazi dan ke empat adiknya diasuh ibunda, Nur Arisah, yang sehari-harinya berjualan kapur gamping dan gas di rumahnya desa Karangdowo, Weleri. (fur)