Musibah Rumah Terbakar Di Purworejo, Ketua PRA Caruban: Dibalik Musibah Ada Hikmah

0
4 views
WARGA. Wakil Ketua PDA Kendal, Hj. Qomariyah (berdiri) dengan salah satu warga dukuh Bayong, Khuzaemah, yang rumahnya ludes dimakan jago merah (foto dok gofur)

KENDALMU.COM | RINGINARUM. Meskipun api yang sempat membakar 5 rumah penduduk di dukuh Bayong Rt 1/RW 5 desa Prworejo, Kec. Ringinarum pada Ahad malam (13/9) sudah padam total, tetapi rasa kemanusiaan dan simpati diantara sesama masih tetap ada. Salah satunya adalah kedatangan rombongan ibu-ibu dari Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) desa Caruban, Ringinarum. Mereka hadir di Posko Kemanusian Korban Kebakaran di balai desa setempat.

Ketua PRA Caruban, Kustiyah, menyampaikan, kunjungannya dalam rangka sillaturrahmi dan menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa rumah warga desa Purworejo

“Kami memahami musibah kebakaran kemarin masih menyisakan kesedihan” kata Kustiyah kepada kendalmu.com Rabu sore (16/9) setelah menyampaikan bantuan uang tunai sebanyak Rp 3.030.000; dan diterima langsung oleh perwakilan keluarga musibah.

Kustiyah menilai, musibah itu sebagai ujian keimanan seseorang, dan diyakini dibalik musibah kebakaran ada hikmahnya.

Beliau berpesan kepada keluarga musibah kebakaran rumah untuk tetap tabah dan jangan putus asa.

“Allah memberi ujian kepada makhlukNya sesuai kadar keimanan, dan ketika mampu bersabar dan tetap istiqomah, Allah akan melapangkan rizki kepadanya” ujarnya.

PENYERAHAN. Ketua PRA Caruban, Kustiyah, memberikan bantuan uang kepada warga Purworejo yang rumahnya terbakar (foto dok gofur)

Kustinah juga meminta kepada masyarakat, di musim kemarau ini kita harus hati-hati.
“Jangan membakar sampah sembarangan, dan jika harus membakarnya mesti ditunggui sampai api sampah tersebut mati” sarannya.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kendal, Hj. Qomariyah yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan, bantuan sebanyak Rp 4.030.000; sebagai tahap ke dua dari warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan Lazismu Ringinarum.

“Dana tersebut diharapkan bisa meringankan beban kesedihan yang di alami oleh keluarga musibah” ujarnya.

Sebagai sesama muslim, kata Qomariyah, harus saling membantu termasuk kepada warga Purworejo yang rumahnya kebakaran.

Sedangkan Khuzaemah (50), yang rumahnya ikut terbakar menuturkan, pada Ahad malam (13/9) ketika terbangun dari tidur dilihatnya sudah ada api berkobar, karena panik beliau lari dan berteriak-teriak kepada warga meminta tolong.

BACA JUGA :  Kalahkan Tim SMA Muhi Weleri, Tim SMP Muhi Weleri Juara "Mobile Legend" IPM E-Sport Competition PD IPM Kendal

Kulo mlayu medal saking griyo, ngantos dawah” kata Khuzaemah terlihat memakai arm sling, penyangga lengannya yang patah karena jatuh.

Istri dari Sumono (55) tersebut merasa sedih karena rumahnya ludes dimakan si jago merah.

“Namun alhamdulillah kami sekeluarga selamat, dan terima kasih atas bantuan dari ibu-ibu Aisyiyah” tutupnya (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here