Pahami Sistem Penanggulangan Penderita Gawat Darurat Terpadu, STIKES Muhammadiyah Kendal Gelar BTCLS

0
62 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah tindakan untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian atau kerusakan organ tubuh pasien/klien sehingga produktivitasnya dapat dipertahankan setara sebelum terjadinya bencana atau peristiwa gawat darurat.

Ketua STIKES Muhammadiyah Kendal, Sri Rejeki mengingatkan pentingnya pelatihan BTCLS bagi para alumni.

“BTCLS merupakan bekal yang penting dan harus dimiliki oleh seorang perawat, karena di dalamnya ada keterampilan tentang bantuan hidup dasar dan kegiatan mendasar dan penting untuk menyelamatkan manusia di ruang UGD, ICU dan ruang publik yang tidak lepas dari kondisi logis yang bisa mengancam kapan saja” terang Sri Rejeki dalam sambutannya via daring pada Rabu (10/11) yang diikuti oleh 54 peserta BTCLS.

Menurtnya, seorang perawat yang professional di bidangnya harus memiliki kualifikasi dasar BTCLS

“Hal ini juga untuk memenuhi kualifikasi mendasar dari seorang perawat profesional yang ahli di bidangnya’ ujarnya.

Sedangkan Ketua Panitia, Teguh Anindito mengatakan, jumlah 54 peserta terdiri 50 calon alumni STIKES Muhamamdiyah Kendal dan 4 peserta dari perawat RS Muhammadiyah Darul Istiqomah Kaliwungu.

Kegiatan BTCLS, kata Teguh,  dilaksanakan selama 5 hari yang terdiri teori dan simulasi.

“Kegiatan ini bertumpu pada keilmuan Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat dengan rincian pengenalan dan praktik serta simulasi untuk memberikan kemampuan yang baik dalam memberikan bantuan hidup dasar” katanya.

Dijelaskan, teori diberikan secara daring untuk antisipasi kondisi pandemi. Dua hari sisanya diisi dengan kegiatan praktik, dan ujiannya.

“Untuk praktek dilaksanakan secara luring dengan kelas dibagi kelompok kecil sejumlah 10 orang dalam 6 jenis stase praktik. Hal ini selain demi efektifitas juga antisipasi kerumunan selama pandemi” terangnya.

BACA JUGA :  Pimpinan Redaksi Kendalmu.com Ajak Peserta Upgrading Jurnalis Menyehatkan Portal Kendalmu.com

“Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan bantuan hidup dasar pada kondisi kebencanaan” ujar Teguh.

Kegiatan praktek, kata dia dimaksudkan memberi gambaran nyata di keadaan sebenarnya. “Andaikan terjadi bencana, dengan menggunakan probandus, pemeran korban yang divariasi antara keadaan biasa, misalnya lecet-lecet, luka ringan, luka berat dan gangguan serta kerusakan sistem tubuh yang berat sampai kematian. Peserta melaksanakan pertolongan sesuai peranan masing-masing dalam pengorganisasian penanganan bencana. Ada yang menjadi Triager, memberi tanda kondisi terkini korban untuk ditangani oleh tim perawat, ada juga yang bertugas mengevakuasi setelah kondisi korban stabil” terangnya.

Kegiatan ditutup sore harinya dengan pengumuman hasil ujian dan penyerahan hadiah untuk peserta terbaik. (fur)