Parade Puisi, Perkusi dan Drama Meriahkan Penutupan Mahrajan HW Ponpes DA Patean

0
288 views
IKRAR. 10 anggota HW Qobilah Pondok DA Patean ikrar dan komitmen kepada HW (foto dk fur)

KENDALMU.COM | PATEAN. Sejumlah penampilan bernuansa seni sengaja dihadirkan dan ditampilkan oleh jajaran anggota Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Qobilah Pondok Modern Muhammadiyah Darul Arqam Patean.

Acara berlangsung pada Kamis malam (20/10) di lantai tiga gedung serba guna Pondok Modern Darul Arqam setempat.

Gelaran dalam rangka penutupan Mahrajan itu diawali dengan tampilannya 10 santri berseragam dan beratribut HW lengkap, dengan memegang tongkat berbendera HW.

GENERASI. Generasi penerus Islam dan kader Muhammadiyah terus lahir dari rahim Pondok Modern Darul Arqam Muhammadiyah Patean (foto dok fur)

Di hadapan sekitar 500 sesama anggota HW dan tamu undangan, mereka berikrar satu persatu tentang komitmen HW.

Tidak lama berselang lampu panggung redup. Dalam hitungan detik ada bayang-bayang hitam mewarnai arena berukuran cukup luas itu.

Dan ketika beberapa stage lights perlahan menyala, tampillah 9 santri. Mereka berpuisi secara bersambung tentang kebesaran Jenderal Soedirman.

PUISI. Kebesaran Jenderal Soedirman dituangkan oleh anggota HW Qobilah Darul Arqam Patean dalam bentuk parade puisi. (foto dok fur)

Lagi-lagi lampu panggung redup. Kali ini agak lama, dugaannya ada gangguan, ternyata tidak.

Tampil dua pemuda memegang botol miras, berperan pemabuk, meminta iuran dengan paksa kepada para pedagang.

Perilaku mereka diketahui langsung oleh seorang santri. Ketika para pemuda mabuk itu diingatkan dan diberi nasehat, tidak terima, justru menantang berkelahi. Awalnya santri itu tidak mau ribut, karena kemungkaran tidak mesti diselesaikan dengan baku hantam.

Tetapi nasehat santri diabaikan, sampai menghina lembaga, tempat santri itu menuntut ilmu. Sang santri tidak terima pondok pesantrennya dihina oleh pemuda mabok itu, dan terjadilah perkelahian satu lawan dua.

Perkelahian mereka ternyata diketahui oleh kedua anggota kelompok itu.

DRAMA. Usai memerankan dalam sebuah penampilan drama, para pemain mengepalkan tangan ‘HW Jaya’ (foto dok fur)

Tawuran dan baku hantam tidak bisa dihindari. Perkelahian dimenangkan oleh pemuda pondok yang sudah menguasai bela diri melalui TSPM.

Penampilan seni belum selesai. Suguhan selanjutnya adalah musik perkusi dengan instrument ember prastik dan gallon mineral.

BACA JUGA :  Kapolres Kendal Ajak Warga Muhammadiyah Tangkal Berita Hoaks

Empat orang menabuh barang-barang itu yang menghasilkan irama menghentak dan kompak.

Getaran suara dan nada dari alat musik yang dipukul mampu mengiringi lagu Sang Surya.

Kemeriahan malam Mahrajan ditutup dengan aksi acapella oleh dua kelompok HW Qobilah Darul Arqam Patean.

Ketika satu kelompok menyanyikan lagu atau yel-yel, kelompok satunya menyahutnya dengan lagu atau yel-yel yang tidak mau kalah serunya. Kelompok dinyatakan kalah apabila tidak mampu menyahut/menampilkan acapella yang lebih dahsyat.

ACAPELLA. Gayung bersambut dalam nyanyian dan yel yel kedua kelompok HW di acara mahrajan, (foto dok fur)

Kepala Dewan Kehormatan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Pondok Pesanteren DA Patean, Ramanda Agus Budi Utomo, mengatakan, acara mahrajan telah berlangsung selama sepekan sebagai upaya menggali potensi setiap anggota HW.

“Selama sepekan telah ditemukan potensi, dan bakat anggota HW DA Patean di bidang seni dan budaya” kata Agus.

Event mahrajan, katanya, adalah kegiatan yang pertama dilaksanakan sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi yang bangga dengan Islam dan persyarikatan.

“Kebanggaan generasi Islam dan Muhammadiyah dilakukan melalui kegiatan mahrajan di atas panggung Hizbul Wathan, sehingga bangga menjadi muslim dan semakin dekat dengan Muhammadiyah” tegasnya.

TANGGUH. Jadilah kader Islam dan Muhammadiyah yang tangguh, berkemajuan dan.menggembirakan. (foto dok fur)

Ramanda Agus mengaku, Pondok Darul Arqam menjadi amal usaha tempat pengkaderan melalui kegiatan HW dan TSPM.

Melalui kegiatan pondok, Ramanda Agus berharap seluruh santri menjadi kader Islam dan persyarikatan yang tangguh, dan memberi manfaat kepada masyarakat.

SOEDIRMAN. Sejarah HW tidak lepas dari Jenderal Soedirman, dan ke depan akan lahir Soedirman-Soedirman (foto dok fur)

Sedangkan Wakil Ketua PDM Kendal, Moh. Antono yang turut hadir mengapreasiasi atas kegiatan mahrajan oleh Qobilah HW Pondok DA Patean sebagai upaya latihan penguasaan ilmu penegetahuan dan seni.

“HW tidak lepas dari Jenderal Sudirman, dan ke depan akan lahir Soedirman-Soedirman yang tanggung dalam menghadapi perubahan zaman” kata Ramanda Antono.

Dia berharap seluruh anggota HW di Qobilah Pondok DA mampu menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

BACA JUGA :  SMK Muga Weleri Salurkan 2 Ton Lebih Beras Kepada Dhuafa’

“Orang tua sedang menunggu hasil belajar kalian di pondok, maka ketika pulang harus membawa ilmu yang banyak, pemahaman agama luas, dan santun akhlaqnya” pungkasnya. (fur)