Patuhi Prokes, 29 Guru Muhammadiyah Ikuti Upgrading Jurnalistik

0
113 views
PROTOKOL KESEHATAN. Peserta upgrading jurnalis kendalmu.com bermasker ketika mendengarkan paparan nara sumber ( foto dok fur)

KENDALMU.COM | KENDAL. Sebanyak 29 guru perwakilan dari TK, SD/MI, SLTP/A Muhammadiyah yang tersebar di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se eks Kawedanan Kendal mengikuti upgrading jurnalistik yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kendal. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (19/12) di aula gedung dakwah Muhammadiyah Kendal.

Ketua panitia, Dyah Anggraeni, mengatakan, seperti pada acara upgrading yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, seluruh peserta, panitia, dan narasumber melaksanakan protokol kesehatan.

“Di setiap tempat upgrading jurnalistik, termasuk putaran yang ke 5 ini, tentu kami  menyiapkan perangkat-perangkat protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, seperti peserta wajib pakai masker, pengukuran suhu peserts dengan termogun, tempat cuci tangan, dan physical distancing” kata Dyah ketika ditemui kendalmu.com di sela-sela acara.

Menurutnya, dengan diterapkannya prokes dalam kegiatan tersebut, agar kita tetap beraktifitas secara aman pada saat pandemi Covid-19.

PANITIA. Dyah Anggraeni menyampaikan sambutan dalam pembukaan upgrading jurnalis kendalmu.com (foto dok iman)

Terkait dengan upgrading itu sendiri dikatakannya sebagai upaya untuk menggairahkan website kendalmu.com yang dikelola oleh MPI PDM Kendal.

“Usia kendalmu.com sudah menyentuh umur satu tahun lebih dengan tampilan semakin cantik, yaitu terunggahnya berita-berita tentang dinamika Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Kendal” ujarnya.

Beliau berharap, kegiatan upgrading jurnalis mampu melahirkan jurnalis-jurnalis muda dan berbakat.

“Kami menginginkan jurnalis muda yang mampu dan berbakat dalam setiap menulis berita”  pintanya.

Sedangkan Pimred kendalmu.com, Abdul Ghofur, sebagai salah satu nara sumber, mengatakan, saatnya guru menulis berita dengan cepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dikatakan, berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

“Berita bisa berbentuk tulisan, gambar atau suara” kata Ghofur.

“Dewasa ini berita dapat kita ketahui melalui surat kabar, televisi, radio, majalah, dan media online” imbuhnya.

BACA JUGA :  SLB Surya Gemilang Menuju Muhammadiyah Difabel Boarding School

Seorang jurnalis dalam menulis naskah berita, kata Ghofur, tentunya menggunakan kaidah-kaidah atau unsur-unsur jurnalistik, yaitu 5W + 1 H.

“Unsur-unsur itu sebagai rangkaian pertanyaan di benak masyarakat ketika terjadi sebuah peristiwa” jelasnya.

Abdul Ghofur yang juga Sekretaris MPI PDM Kendal, mengingatkan, dalam menulis naskah berita juga dihindari menggunakan kalimat yang bermakna ganda.

“Kalimat bermakna ganda akan mengakibatkan pembaca tidak faham apa yang dimaksud oleh jurnalis” katanya. (iman)