Pengajian Ahad Pagi Di Boja Dimulai Lagi, Hadirkan Prof Yusuf Suyono

0
48 views
PUASA KHUWAS. Wakil Ketua PWM Jateng, Prof DR H. Yusuf Suyono, MA menjelaskan salah satu kelompok orang yang berpuasa, yakni puasanya orang-orang khuwas yang tidak hanya bukan hanya menahan diri dari hal yang menggugurkan atau membuat puasa menjadi tidak utuh, cacat, tetapi hatinya juga ikut berpuasa. (foto dok agung)

KENDALMU.COM | BOJA. Pengajian Ahad Pagi di Boja kembali dimulai. Salah satu budaya Muhammadiyah itu  berlangsung pada Ahad (23/5) di halaman PAY Shalahudin Al Ayyubi Tampingan, Boja.

Hadir sebagai penceramah, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Prof Dr. H. Yusuf Suyono, MA.

Dia menjelaskan ada tiga kelompok orang yang berpuasa, yakni puasanya orang awam, orang khuwas, dan puasanya orang yang sabikul khairot.

Puasanya orang awam, kata Yusuf Suyono adalah puasanya bagi orang-orang yang hanya mampu menahan haus, lapar dan menghindari hubungan badan.

“Tetapi kebiasaan-kebiasaan jeleknya masih dilakukan” katanya.

Adapun puasa khuwas menurut dosen pasca sarjana UIN Wali Songo Semarang adalah puasa yang dilakukan bukan hanya menahan diri dari hal yang menggugurkan atau membuat puasa menjadi tidak utuh, cacat, tetapi hatinya juga ikut berpuasa.

Diterangkan, puasa khawas lazimnya dilakoni oleh orang-orang shalih, auliya dan para nabi.

“Mereka tidak cukup hanya dengan memenuhi ketentuan fiqih saja, tetapi mempertimbangkan faktor akhlak dan perilaku. Mereka menyempurnakan puasa dengan keistiqamahan, mengontrol hati dan pikiran” ungkapnya.

TERTIB DAN KHIDMAT. Anggota jamaah pengajian Ahad Pagi tertib dan khidmad dalam mendengarkan uraian ceramah yang disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jateng, Prof DR H. Yusuf Suyono (foto dok agung)

Sedangkan puasa bagi orang-orang yang sabikul khairot, kata dia adalah puasa yang sebenarnya, yaitu bersegera dalam kebaikan

“Melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya dan menjalankan amalan-amalan sunah, dan menjauhi perbuatan makruh apalagi haram” ujarnya.

Puasanya orang khuwas dan sabiluk khairot, lanjut Yusuf Suyono adalah mereka yang akan memperoleh lailatul qodar.

Dia juga menjelaskan ciri orang yang mendapatkan lailatul qodar adalah hatinya lembut, mudah menangis, karena memikirkan kita kurang bersyukur kepada Allah, menyesali dosa-dosa yang telah lalu, mensegerakan sholat ketika mendengar adzan, merasa malu kepada Allah, dan menjaga kemurnian ajaran Islam yang bersumber pada Al qur’an dan Al hadits.

BACA JUGA :  Patuhi Prokes, PCM Patebon Buka Kembali Pengajian Ahad Pagi

Pada bagian akhir Prof Yusuf Suyono berpesan agar orang meslim mampu menghindari 6 perbuatan yang bisa menggerogoti ketaqwaan kita.

Ke enam perbuatan tersebut menurutnya yakni sibuk mengurusi kesalahan orang lain.

“Kesalahan orang lain seperti gajah didepan mata, namun kesalahan sendiri seperti tengu diseberang pulau” kata Yusuf.

Mengkambinghitamkan orang lain, hatinya keras karena kesombongan diri, merasa paling benar, terlalu cinta dunia, tidak merasa malu kepada Allah SWT, panjang angan angan, dan lupa akan datangnya kematian.

Sedangkan Wakil Ketua PCM Boja, Wiji Ahmanto mengatakan Amal Usaha Pendidikan (AUM) bidang pendidikan sudah mulai menerima pendaftaran peserta didik, sedangkan AUM Kesehatan. (agung)