Perdalam Pembuatan JST, MPM Lakukan Studi Banding ke Lamongan

0
51 views
SILLATURRAHMI. Jajaran MPM PDM Kendal Muh Faruq (paling kanan), Sariyun (tengah) dan Ketua MPM, Rusman bersillaturrahmi dengn jajaran PDM Kendal. (fotp dok fur)

KENDALMU.COM | KENDAL. Majelis Peberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kendal beberapa waktu lalu telah memproduksi jamu bumi untuk penyubur tanaman sebagai pengganti dari pupuk kimia yang dinilai tidak bersahabat. Namun hasil dari produksi Jamu Strong Tanaman (JST)  tersebut belum maksimal dan dipandang perlu untuk segera melakukan belajar lebih serius ke Lamongan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris MPM PDM Kendal, Sariyun ketika bersillaturrahmi dengan jajaran anggota PDM Kendal pada Jum’at siang (6/8).

Sariyun mengatakan, obyek studi banding ditekankan pada pembuatan JST yang lebih berkualitas dan PDM Lamongan menurutnya telah berhasil dalam memproduksinya.

“Kami memilh PDM Lamongan sebagai kiblat dalam memproduksi JST, selain sudah terbukti hasil pertaniannya lebih unggul hasilnya dibanding dengan menggunakan pukup kimia” kata Sariyun.

Di Lamongan, lanjutnya juga telah terbentuk Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam), sebuah kelompok warga Muhammadiyah yang berprofesi petani.

Dijelaskan, studi banding akan dilaksanakan hari Ahad 8 Agustus 2021 tetapi berangkatnya malam Ahad.

“Kami akan mengajak 13 orang, selain pengurus, juga petani yang diharapkan bisa melihat langsung dan cara prakteknya” ujarnya.

Dia berharap, hasil studi banding dapat dipahami dan dipraktekkan oleh para petani  Muhammadiyah di Kendal, juga lahan wakaf Muhammadiyah Kendal yang belum dimanfaatkan dapat kami manfaatkan sebagai praktek lahan pertanian.

Sementara itu Ketua MPM PDM Kendal, Rusman menyampaikan Majelis yang dipimpinnya telah menjalankan beberapa program kegiatan dalam memberdayakan masyarakat di bidang pertanian.

“Kami telah membentuk kelompok pembuatan terasi dan kerupuk berbahan dasar kembang turi yang anggotanya ibu-ibu rumah tangga di desa Kartika Jaya” kata Rusman.

Kelompok petani budidaya ikan lele, lanjutnya juga dilakukan di pondok Darul Arqom Patean.

Rusman berharap studi banding ke Lamongan yang akan dilaksanakan dapat menghasilkan pengalaman dan dapat dipraktekkan, terutama pembuatan JST yang dinilai bagus untuk pertanian padi.

BACA JUGA :  Siapkan Relawan Profesional, LPB Kendal Kirim 2 Orang Ikuti Diklat DU dan Logistik

“Uji coba JST untuk tanaman padi di desa Truko menunjukkan hasil yang baik, yaitu rendeman gabahnya  bisa mencapai 65 %, sementara apabila menggunakan pupuk kimia 55%” “ ungkapnya.

Wakil Ketua MPM PDM Kendal, Moh Ali Satiran berharap studi banding ke Lamongan dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan para anggota rombongan.

“Karena ini perjalanan cukup jauh, surat-surat bukti vaksin, dan surat jalan disiapkan sehingga studi banding dapat berlangsung dengan aman dan lancar” pintanya (fur)