Peringatan Hari Guru Nasional Ke 75, Mimpi Indah Di Tengah Kesulitan

1
155 views
Sucipto, S.Pd

Oleh : Sucipto, S.Pd
(Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kab.Kendal)

KENDALMU.COM | KENDAL. Masih di tengah-tengah pandemi Covid-19, kita memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-75 dengan tema ‘Bangkitkan Semangat, Wujudkan Belajar Merdeka’ sebuah tema yang mengandung makna semangat belajar tetap menyala di tengah-tengah kondisi pandemi saat ini.

Jika dilihat lebih dalam desain logo HGN tahun ini terdiri dari figur pak guru, bu guru serta siswa dan siswi yang digambarkan sedang memakai masker tampak dinamis dan cerah dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh, ditambah dengan tampilan pemanfaatan teknologi yang digambarkan dengan simbol-simbol wi-fi, laptop, telepon seluler, dan aplikasi teleconference. Secara keseluruhan tema peringatan HGN tahun ini memberi makna spirit guru dan peserta didik dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai ikhtiar bersama meningkatkan kecerdasan anak-anak bangsa dalam rangka mencapai tujuan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Forum Guru Muhammadiyah (FGM) dengan forum atau lembaga guru yang ada, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Forum Pendidik Kristen, dalam era pandemi Covid-19 pada prinsipnya memiliki peran yang sama, yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menanamkan beberapa nilai pendidikan karakter, yaitu disiplin yang merujuk pada patuh dan tertibnya peserta didik dalam mentaati peraturan.

Peran guru di masa pandemi Covid-19 dinilai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim semakin mulia. Guru menurutnya, tidak hanya memastikan kelangsungan pembelajaran, tetapi lebih dalam mendukung kesehatan mental kesejahteraan peserta didik/ Para guru tidak hanya gigih bekerja sendiri, tetapi bergerak secara kolektif demi menemukan solusi atas tantangan untuk menghasilkan inovasi belajar mengajar yang bermakna dan menyenangkan.

BACA JUGA :  INFAQ DENGAN IKHLAS

Kehidupan ini tak lepas dari proses pembelajaran yang tentunya dapat ditemui kapan dan di mana saja. Pendidikan ibarat menanam pohon yang tidak hanya masalah bibit yang bagus, tetapi peran penanamnya juga lebih penting. Setelah menanam jika dirawat dengan sungguh-sungguh, pohon itu jelas akan tumbuh dengan baik, besar, akarnya kuat, dan cabangnya menjulang tinggi. Pohon itu akan berbuah lebat yang memberi manfaat kepada masyarakat banyak. Sedangkan penanamnya mendapat keberuntungan, penghargaan dari siapa saja yang telah merasakan nikmatnya buah yang berawal dari biji yang telah ditanamnya. Keberuntungan, reward guru tidak sebatas di mata sesama manusia, tetapi Allah menyematkannya dengan derajat, kemulyaan yang lebih.

Guru Muhammadiyah di HGN tahun ini menempatkan diri sebagai mujahid melawan pandemi Covid-19. Peran tersebut sebagai komitmen bersama warga Muhammadiyah untuk terus membantu dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dalam lingkup dunia pendidikan guru Muhammadiyah dalam pembelajaran tentu melaksanakan instruksi persyarikatan dan pemerintah di era pandemi, yaitu menegakkan dan mematuhi protokol kesehatan dan memberi teladan kepada anak-anak didiknya.

Guru Muhammadiyah memiliki keyakinan, bahwa proses pembelajaran di masa pandemi ini tetap bisa semangat dan mampu melaksanakan tugas-tugas sebagai pendidik yang akan mengantarkan anak-anak didiknya menyongsong masa depan yang lebih baik. Proses pembelajaran ini sebagai mimpi indah di musim sulit, tetapi tentu tetap optimis mampu mewujudkannya. Selamat Hari Guru Nasional, dan Jayalah Guru Muhammadiyah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here