Pertama di Kendal, LPB Gelar Seminar dan Lokakarya SPAB. Antisipasi Hadapi Bencana

0
131
CINDERAMATA. Pemberian cinderamata oleh ketua LPB PDM Kendal, Moh Hasiedz (paling kiri) kepada nara sumber dalam seminar dan lokakarya Satuan Pendidikan Sekolah Aman Bencana (foto dok yaya)

KENDALMU.COM | WELERI. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal (PDM) melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) menyelenggarakan seminar dan lokakarya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Weleri pada Senin (24/2), diikuti oleh 85 peserta dan dibuka langsung oleh wakil ketua PDM Kendal, Koordinator Bidang Penanggulangan Bencana, H. Mohamad Zabidi.

Zabidi mengatakan, bencana terbagi dalam dua hal, yaitu bencana alam, dan bencana non alam.

“Bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor” katanya.

Adapun bencana non alam menurutnya, bencana yang biasanya di akibatkan oleh manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Beliau menyebutkan, salah satu bencana non alam yang sekarang melanda di Negara Tiongkok adalah penyakit Corona.

“Kasus Corona merupakan salah satu bentuk bencana kesehatan lingkungan, non alam, selain penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh” jelasnya.

Zabidi berharap, melalui kegiatan seminar dan lokakarya SPAB seluruh peserta mampu mensikapi dengan kesiapan dalam menghadapi bencana alam maupun non alam.

 

(foto dok yaya)

Sementara itu Ketua LPB PDM Kendal, Moh Hafiedz, mengatakan kegiatan seminar dan lokakarya SPAB adalah yang pertama di Kab.Kendal dan diikuti oleh utusan dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan Se Kab. Kendal.

“Kami juga mengundang lembaga lain yang peduli dengan kebencanaan, antara lain Forum Relawan Kendal (BPBD Kendal), dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdhatul ‘Ulama’ (NU) Kendal” kata Hafiedz.

Kegiatan tersebut menurutnya dimaksudkan untuk memperkokoh satuan pendidikan terhadap bencana di setiap sekolah Muhammadiyah.

“Warga sekolah harus dapat menghadapi ancaman bencana yang ada di sekitarnya secara tangguh” ujarnya.

Beliau mengingatkan, bahwa bencana yang terjadi di Indonesia datang silih berganti di tempat-tempat yang berbeda. Hujan lebat yang disertai angin besar dan terjadinya banjir serta longsor disusul kemudian berganti dengan cuaca ekstrim dengan suhu udara yang tinggi hingga seakan membakar kulit kita dengan kekeringan.

(foto dok yaya)

Sedangkan ketua panitia, Abdul Malik menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan beberapa nara sumber terkait dengan kebencanaan yang sesuai dengan kompetensinya, yaitu Kenapa Harus Ada SPAM yang disampaikan oleh sekretaris Muhammadiyah Disaster Managemen Centre, Arif Nurkholis, Potensi Bencana di Kab. Kendal oleh ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Kendal, Sigit Sulistyo. Sedangkan Dinas Pendidikan Kab.Kendal diberi kepercayaan untuk menyampaikan materi Implementasi SPAB di Kab.Kendal.

“Kami juga minta ke LPB PWM Jateng, Naibul Umam Eko Sakti untuk menyampaikan materi Kajian dan Pemetaan Resiko Bencana Sekolah” ujar Abdul Malik.

“Sedangkan untuk pendanaan kebencanaan kami melibatkan Lazismu Daerah Kendal, dengan harapan ada kebijakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah Kendal terdapat Bulan Dana Kebencanaan” pungkasnya. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here