PR IPM SMK Mupat Sukorejo Adakan NgoPi

0
58 views

KENDALMU.COM | SUKOREJO. Sekedar tahu saja, istilah kopi bareng biasanya kerap disebut dengan nama ‘kopi darat’ atau kebiasaan ngopi bersama dengan orang terdekat. Mereka para pecinta kopi duduk bersila ditemani segelas kopi. Bercengkrama diselingi kelakar dan silang pendapat satu sama lain. Menghiasi ranah pertemuan, kebiasaan baru anak–anak disetiap agenda kegiatan.

Dalam perkembangan ngopi bareng menjadi trend bukan hanya untuk kalangan kelas bawah bahkan para masyarakat elit pun gandrung dengan ngopi sambil nongkrong bersama.

Tetapi khusus untuk Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah 4 (SMK Mupat) Sukorejo, istilah ngopi memiliki makna tidak pakem pada umumnya, meskipun ada beberapa kemiripan kegiatan ngopi di masyarakat, yaitu pertemuan yang diselingi dengan adu argumentasi soal sesuatu tema yang dibicarakan.

“Ngopi kami berbeda dengan yang lain, karena di depan kami tidak ada secangkir kopi yang tersaji dan siap diseruput” kata Ketua PRP SMK Mupat Sukorejo, Sandi Setiawan mengawali perbincangan dengan jajaran pengurus IPM di SMKnya pada Ahad (21/2).

Ngopi, menurutnya hanya sebatas istilah atau singkatan dari ‘Ngobrol Perkara Islam’ yang perlu dirawat dan dilestarikan di lingkungan Pelajar Muhammadiyah.

Sandi, begitu sapaan keseharian, mengakui, kalau kegiatan Ngopi itu dia yang punya ide dan harus memotori, diharapkan mampu menarik anggota IPM agar lebih semangat dalam ngaji bareng tentang Islam.

“Ide Ngobrol Perkara Islam cukup lama saya tahan, mengingat pandemi Covid-19 pada waktu itu masih berlangsung” ungkapnya.

“Kami menilai bahwa trend pandemi covid19 sekarang sudah menurun, kami pengurus IPM SMK Mupat Sukorejo perlu melakukan gembrakan dengan ide baru, yaitu Ngaji Bareng” bertajuk NgoPI yaitu singkatan Ngobrol Perkara Islami” kenang Sandi.

BACA JUGA :  Usai Sillaturrahmi, Lazismu Kendal Sambangi Angkringanmu PCPM Plantungan

Selama Ngopi berlangsung, lanjutnya, seluruh peserta tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak.

Dalam pelaksanaan Ngopi, diawali dengan pembacaan ayat suci Alqur’an Surat Al Qalam ayat 1-20 beserta terjemahmya oleh Ipmawan Zidan.

Hadir dalam acara tersebut Pembina PR IPM SMK Mupat, Baynaka Afiyan yang mengingatkan bahwa ruh organisasi IPM adalah kajian ke Islaman.

“IPM tanpa kajian Al Islam, maka akan kehilangan jati dirinya sebagai organisasi dakwah Islam di lingkungan pelajar” tegas beliau.

Sedangkan Ustadz Syarifudin Asshidiqie, yang dipercaya sebagai narasumber menyampaikan tanda-tanda hadirnya generasi Islam apabila generasi itu memiliki kepribadian, kuat aqidah, tekun beribadah, dan berbudi mulia. (bay)