PRM Sarirejo dan PCM Boja Hadapi Penilaian Lomba LPCR Award

0
0 views
PENJELASAN. Ketua PRM Sarirejo, Mujahidin Ch, S.Pd.I memaparkan kondisi riil ranting yang dipimpinnya dihadapan assesor Cabang dan Ranting Award (foto dok gofur)

KENDALMU.COM | KALIWUNGU. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sarirejo, Kaliwungu, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boja menghadapi penilaian lomba Cabang dan Ranting Award 2019 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PW Muhammadiyah Jawa Tengah. Penilaian tersebut berlangsung pada Ahad (1/3) di kantor sekretariat masing-masing.

Suasana wawancara langsung assesor Cabang dan Ranting Award kepada jajaran PCM Boja

Ketua PRM Sarirejo, Mujahidin Ch, mengatakan, pihaknya dan seluruh jajaran PRM Sarirejo telah menyiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan lomba tersebut sejak dinobatkan sebagai juara satu Cabang dan Ranting Award tingkat Karesidenan Semarang.

“Persiapannya mulai kami dinyatakan sebagai juara satu se Karesidenan Semarang, dan kami satu setengah bulan mempersiapkan yang sifatnya melengkapi beberapa hal, utamanya di bidang administrasi” kata Mujahidin.

Dalam hal administrasi menurut Mujahidin mengedepankan data jumlah anggota Muhammadiyah di rantingnya yang sebelumnya sudah ada, tetapi perlu di data ulang dan diinventarisir secara menyeluruh dan lengkap.

Beliau menilai Cabang dan Ranting Award ini sebagai sarana meningkatkan kualitas ranting, dan sesuai arahan dari wilayah, apabila sebagai juara diharapkan mempertahankannya.

“Kita tidak sekedar ingin juara, tetapi sebagai motivasi untuk meningkatkan kebaikan-kebaikan. Jika belum juara maka sebagai evaluasi secara menyeluruh” ungkapnya.

Sementara itu ketua PCM Boja, H, Abdul Jalal menyampaikan untuk menghadapi Cabang dan Ranting Award ini waktunya cukup dan sesuai apa yang diharapkan.

“Ini sebuah pengalaman baru dalam menghadapi Cabang dan Ranting Award ini” kata Jalal.

Beliau merasa puas atas penilaian yang dilakukan oleh tim assesor dan memahami lebih dalam tentang pentingnya ketertiban sebuah organisasi.

“Dibalik Cabang dan Ranting Award ini kami menemukan hikmah, yaitu pentingnya disiplin tata laksana organisasi, khususnya di bidang administrasi” ujarnya.

“Dengan melihat ketertiban administrasi, maka organisasi bisa disebut modern” tegas Jalal.

BACA JUGA :  [KABAR MUKTAMAR] Penggembira Akan Disuguhi Beragam Hiburan, Apa Saja ?
PENILAIAN. Suasana penilaian lomba LPCR Award di kantor sekretariat PRM Sarirejo (foto dok gofur)

Jalal berharap lomba yang diikuti oleh cabang yang dipimpinnya mampu mengangkat derajat PCM sebagai organisasi tertib administrasi, manajemen yang transparan, dan menerima masukan dari tim yang bersifat membangun.

Sedangkan ketua LPCR PWM Jawa Tengah, Suwarno menyampaikan, bahwa LPCR Award tahun ini panitia menyediakan enam tropy juara, mestinya diikuti oleh enam Ranting dan enam Cabang, tetapi yang mengikuti lima Ranting dan lima Caban.

“Jadi ada satu Karesidenan yang tidak mengikuti Cabang Ranting Award tahun ini, yaitu Pekalongan. Artinya, Ranting Sarirejo dan Cabang Boja minimal juara harapan dua” kata Suwarno disambut aplaus yang hadir.

Beliau juga mengatakan, bagi Ranting dan Cabang yang sudah pernah menjadi juara tidak boleh diajukan lagi dalam lomba.

“Hal tersebut dilakukan untuk memacu perkembangan Ranting dan Cabang selanjutnya”

“Bagi Ranting dan Cabang yang juara satu sampai juara harapan dua akan diikutkan di Ranting dan Cabang expo di tahun 2021 tingkat nasional di Jawa Tengah setelah Muktamar ke 48 Muhammadiyah” jelasnya.

Terkait dengan jumlah Ranting di Indonesia, Suwarno menyampaikan sudah ada 8600 ranting, dan Jawa Tengah memiliki 4200 ranting.

“Dari 4200 Ranting di Jawa Tengah itu terdapat 40% katagori merah. Artinya ada Ranting, tetapi tidak jelas kegiatan dan pengurusnya” ungkapnya disambut riuh.

Untuk mengetahui keberadaan ranting Muhammadiyah, beliau yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) diantaranya memanfaatkan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Beliau memahami di setiap Ranting dan Cabang memiliki dinamika yang berbeda, yang ditentukan oleh letak dan posisi PRM itu.

“Ranting yang di kota dengan di desa berbeda dengan amal usaha yang berbeda pula untuk dijadikan sarana menarik masyarakat, terutama anak muda”

BACA JUGA :  Aksi Spontan Ibu-Ibu PRA Sambongsari, Hadapi Covid-19 Dengan Mendirikan Warung Shadaqah Lauk Pauk

Beliau menegaskan, bahwa katagori dalam LPCR Award tidak semata-mata ditentukan oleh banyak atau tidaknya amal usaha yang dimiliki, tetapi bagaimana usaha PRM dalam membentengi dari pengaruh ajaran lain dan juga memberi manfaat kepada masyarakat sekitar sehingga ada ketertarikan kepada Muhammadiyah. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here