PT. Mitsubishi Fasilitasi SMK Muha Boja Bentuk TUK

0
82 views

KENDALMU.COM | BOJA. PT Mitshubishi, sebuah perusahaan distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia melalui PT Bumen Redja Abadi Semarang memberi fasilitas kepada SMK Muhammadiyah 2 Boja. Adapun fasilitas yang diberikan adalah sarana Tempat Uji Kompetensi (TUK) bagi siswa SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO).

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, mengakui, pihaknya telah menerima bantuan fasilitas Tempat Uji Kompetensi bagi siswa SMK dari PT Mitshubishi.

“Dengan dimilikinya TUK berstandar industri di SMK Muhammadiyah 2 ini, sekolah kami dapat lebih bermanfaat baik untuk SMK Muhammadiyah 2 Boja, maupun SMK yang lain” kata Nur Khirin Sabtu (12/12).

Nilai manfaat TUK, lanjut beliau, juga ikut memperkuat sinergitas kolaborasi dengan Industri Dunia Kerja untuk mewujudkan kualitas lulusan SMK yang lebih kompeten.

Dijelaskan, sebelumnya pihak SMK Muhammadiyah 2 Boja telah mengikutsertakan sebanyak empat guru untuk mengikuti magang di PT Mitshubishi.

Sementara itu perwakilan dari PT Mitshubishi, Wachidi, menjelaskan tentang common rail system yang sudah dipelajari oleh ke empat guru magang dari SMK Muhammadiyah 2 Boja.

“Selama satu bulan ke empat guru tersebut telah belajar tentang common rail system adalah teknologi sistem injeksi baru pada mesin diesel. Teknologi ini memungkinkan tekanan pada ruang bakar menjadi fleksibel ,dapat berubah menyesuaikan dengan output yang dikehendaki, teknologi common rail ini juga menyempurnakan akurasi volume bahan bakar atau solar yang masuk ke ruang bakarbahan” bebernya.

Beliau juga menyampaikan poin plus dari common rail system yang menghasilkan kerja engine yang lebih akurat, bahan bakar ekonomis, noise vibrasi rendah dan yang paling penting polusi rendah. Sehingga ramah lingkungan.

Wachidi berharap jalinan kerja sama antara PT Mitshubishi dengan SMK Muhammadiyah 2 Boja dapat berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA :  Sekretaris MPI PDM Kendal : Media adalah Sarana Dakwah

Sedangkan pengawas SMK Muhammadiyah 2 Boja, Inu Indarto, yang turut hadir di acara tersebut, mengatakan, kurikulum SMK harus selaras dengan Industri Dunia Kerja.

“Penyelarasan kurikulum di SMK bisa menggunakan tiga metode, yaitu SMK dan industri menganalisis kompetensi dasar meliputi materi dan perangkat, serta penilaian” kata Inu.

Adapun metode kedua, yaitu pembelajaran SMK mengikuti kurikulum produk dari Industri dunia kerja  dan menambahkannya dalam silabus.

Inu menambahkan, metode pengembangan kurikulum di SMK atau disebut Development A Curriculum, sebagai proses pengembangan kurikulum penuh.

Beliau meminta kepada seluruh siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja melalui kepala sekolah, harus ditanamkan budaya dunia industri di lingkungan sekolah, yaitu disiplin, tekun, bekerja keras dan produktif. (miss hayati)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here