Puasa dari Perspektif Kesehatan

0
65 views
Shounu Tisyrinits Tsani

Oleh : Shounu Tisyrinits Tsani ( Kabid Keilmuan PC IMM Kendal )

Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Mata

Allah subhaanahu wa ta’ala telah menciptakan tekanan fisiologi dalam bola mata yang disebut dengan tekanan intraokuler. Tekanan yang memiliki rentang normal antara 10 – 20 mmHg, ini berfungsi untuk menstabilkan bentuk mata, mensuplai nutrisi ke mata dan sebagai mediator refraksi/pembiasan cahaya sehingga mata dapat digunakan untuk melihat.

Tekanan intraokuler dianalogikan seperti tekanan darah dimana ketika tekanannya menurun atau meningkat dapat mempengaruhi fungsi mata. Kaitannya dengan puasa Ramadhan, ibadah ini memiliki pengaruh secara langsung terhadap kesehatan mata baik ditinjau dari fisiologi tekanan intraokuler itu sendiri hingga kadar air mata, dan juga fungsi lensa mata.

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa puasa Ramadhan memiliki pengaruh terhadap peningkatan tekanan intraokular khususnya pada pagi hari baik pada orang sehat maupun orang dengan gangguan glaucoma. Hal ini disebabkan karena asupan cairan atau makanan khususnya pada saat sahur. Hasil penelitian di atas juga didukung oleh penelitian lain bahwa ada perubahan tekanan intraokuler selama bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan Bagi Pasien Gangguan Kolesterol dan Obesitas

Kolesterol terbagi menjadi dua yaitu LDL (low-density lipoprotein) atau yang dikenal dengan lemak jahat karena dapat menyebabkan obesitas, obstruksi/sumbatan pada pembuluh darah dapat mengakibatkan penyakit jantung dan HDL (high-density lipoprotein) atau yang dikenal dengan lemak baik karena lemak ini akan membantu membuang kolesterol keluar dari tubuh.

Berkaitan dengan puasa Ramadhan, sebuah penelitian menjelaskan bahwa puasa Ramadhan secara signifikan menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL. Proses penurunan kadar lemak tersebut dimulai pada pertengahan hingga akhir waktu bulan Ramadhan. Hasil penelitian tersebut juga didukung penelitian lain bahwa responden dengan penyakit diabetes mellitus yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mereka mengalami penurunan kadar kolesterol.

BACA JUGA :  Kasmani, Dari Endog Asin Sampai Bebek Obong. Berinfaq ke MPS Rp 250.000/bulan

Terkait obesitas, puasa Ramadhan dapat menurunkan berat badan (2 kg selama puasa) dan persentase lemak tubuh serta meningkatkan HDL. Namun, penurunan berat badan ini akan optimal jika memang selama puasa mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, baik ketika sahur atau berbuka.

Puasa Ramadhan Bagi Kekebalan Tubuh

Sistem imun adalah sistem tubuh manusia yang memiliki fungsi untuk melawan semua penyebab penyakit seperti bakteri, virus, jamur, parasit dan zat-zat penyebab alergi. Salah satu penanda istem imun yang dapat diukur melalui pemeriksaan laboratorium adalah immunoglobulin (Ig) atau yang sering disebut antibodi. Terdapat beberapa jenis antibodi yaitu IgG (gamma), IgA (alpha), IgM (mu), IgD (delta) and IgE (epsilon). Dalam sebuah penelitian dijelaskan bahwa puasa Ramadhan dapat meningkatkan kadar IgA dan IgG. IgG adalah jenis antibodi yang memiliki jumlah terbanyak dalam tubuh sehingga ketika meningkat akan menguatkan kondisi fisik seseorang untuk melawan bakteri atau virus penyebab penyakit.

Puasa Ramadhan Bagi Pasien Kanker

Prevalensi penyakit kanker di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4 % atau diperkirakan sekitar 347.792 orang. Penyakit kanker serviks dan payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di indonesia pada tahun tersebut. Prevalensi kanker prostat di Indonesia tahun 2013 adalah sebesar 0,2% atau diperkirakan sebanyak 25.012 penderita. Sebuah survey di Rumah Sakit Dharmais selama 4 tahun berturut-turut menghasilkan data penyakit kanker yaitu kanker payudara, serviks, paru, ovarium, rektum, tiroid, usus besar, hepatoma, dan nasofaring. Jika dilihat berdasarkan umur, prevalensi penyakit kanker tertinggi berada pada kelompok umur 75 tahun ke atas. Beberapa faktor yang diketahui menimbulkan kanker adalah kurangnya konsumsi sayur dan buah, merokok, obesitas, sering mengonsumsi makanan berlemak, mengkonsumsi makanan dibakar/dipanggang dan mengonsumsi makanan hewani berpengawet. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif untuk menekan prevalensi kanker pada tahun-tahun berikutnya.

BACA JUGA :  Jangan Sekali-kali Manfaatkan Organisasi Untuk Kepentingan Politik Praktis

Kaitannya dengan puasa Ramadhan, bahwa puasa Ramadhan ternyata dapat memperbaharui sel dan sistem kekebalan tubuh khususnya pada sel yang dapat mengendalikan pertumbuhan kanker.

Penutup

Puasa Ramadhan selain memiliki manfaat untuk membentuk muslim yang bertaqwa, juga memiliki manfaat dari sisi kesehatan. Peran serta tim kesehatan dalam menyediakan layanan edukasi pra-Ramadhan adalah sangat penting karena sebagian pasien berkeinginan untuk menjalankan puasa Ramadhan sementara dengan kondisi fisik yang terbatas. Pengembangan lain dalam bentuk penelitian dengan metode yang bervariatif juga masih dibutuhkan untuk mengatasi problematika kesehatan khususnya di bulan Ramadhan.