Rawan Banjir di MTs dan MA Muhammadiyah Weleri, Lazismu Bangun Jembatan

0
286 views
PERESMIAN. Peresmin jembatan sebagai penghubung antara MTs Muhammadiyah 1 Weleri dan MA Muhammadiyah 1 Weleri yang berada satu lomplek. (foto dok dyah)

KENDALMU.COM | WELERI. Lazismu Daerah Kendal membangun sebuah jembatan yang menghubungkan MTs Muhammadiyah 1 Weleri dengan Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Weleri.

Kedua Madrasah tersebut berada dalam satu komplek, hanya dibatasi Sungai Kartini, berada di Dukuh Krajan Barat, Desa Sambongsari, Kec. Weleri.

Dalam perkembangannya, pada setiap musim penghujan, AUM pendidikan milik persyarikatan itu rawan banjir, karena sungainya dangkal dan prilaku masyarakat sekitar dalam membuang sampah di sungai masih menjadi kebiasaan, sehingga perlu antisipasi dengan membangun insfrastruktur jembatan.

Diketahui, jembatan lama dibangun sudah puluhan tahun, dan kondisi Sungai Kartini mengalami sendimensi, pengendapan lumpur yang serius akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, sehingga jarak permukaan air sungai dengan dasar bangunan jembatan sangat dekat debet air meningkat, arus air sungai terhambat, akibatnya air yang tidak bisa mengalir meluap masuk ruang kelas, ruang lainnya dan rumah warga sekitar.

Selama musim hujan di tahun 2021 sedikitnya 5 kali kedua madrasah kena banjir, dan banjir terbesar terjadi 2019 halaman madrasah ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.

Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi sarpars ke dua madrasah tersebut rusak akibat kena air hujan.

Wakil Ketua PDM Kendal, Mohammad Zabidi mengapresiasi kepada Lazismu yang telah membangun jembatan penghubung kedua madrasah.

“Kami atas nama Muhammadiyah Kendal menyampaikan banyak terima kasih kepada Lazismu yang telah membantu, membangun jembatan pengubung ini” kata Zabidi usai meresmikan jembatan bercat warna khas Lazismu pada Sabtu (23/10).

MELINTAS. Wakil Ketua PDM Kendal, Moh Zabidi melintasi jembatan yang selessi dibangun dan diresmikan. (foto dok zab)

Dia berharap, jembatan yang menghabiskan biaya lebih dari 12 juta tersebut bisa lebih memperlancar interaksi kedua madrasah dan bisa mengurangi rawan banjir.

Fungsi jembatan tersebut, lanjut dia, tidak hanya untuk memperlancar warga madrasah melintas, tetapi mampu meingkatkan semangat siswa dalam belajar.

BACA JUGA :  MPI Kendal Dapat Tugas Menulis Biografi Tokoh Muhammadiyah

Senada dengan Zabidi, Kepala MA Muhammadiyah 1 Weleri, Romanto, mengatakan fungsi jembatan tidak sekedar sebagai pelintas karena ada sungai.

“Magnet warga madrasah tidak semata karana jembatan baru, tetapi makna simbol-simbol persyarikatan yang ada di jembatan diwakili oleh logo Muhammadiyah, Dikdasmen, desain orange Lazismu, ada visi dan misi madrasah menjadi pelecut warga madrasah dalam meraih keunggulan.

“Peran Lazismu dalam menjaga sekolah atau madrasah dengan program unggulannya, “save our school” kata Romanto.

Sedangkan Majelis Dikdasmen sebagai Majelis yang berfungsi untuk mensukseskan pendidikan Islam melalui AUM di bidang pendidikan.

Adapun media sosialisasi visi dan misi madrasah agar seluruh warga madrasah memahami tujuan yang ingin dicapai oleh madrasah, yang memiliki visi ‘menjadi madrasah pembina kader Islam yang shaleh, cerdas, terampil, berprestasi, berwawasan global dan berkemajuan’ bebernya.

Sedangkan di sebelah jembatan dihiasi bebungaan berfungsi taman yang setiap saat dilewati sehingga akan menciptakan suasana yang asri dan bergairah dalam belajar, imbuhnya.

Tampak hadir dalam acara peresmian anatara lain Kepala Desa Sambongsari, Bani Ardi, Ketua Majelis Diksasmen PDM Kendal, Shodiq Purwanto, Ketua PCM Weleri, Ali Muzi beserta jajarannya, dan para alumni PGA/MA Muhammadiyah Weleri.

Acara peresmian ditutup dengan pemberian cindera mata oleh Ikatan Alumni PGA Muhammadiyah Weleri kepada Kepala Sekolah MTs dan MA Muhammadiyah Weleri. (dyah)