Renungi Kekuasaan Allah, PRM dan PRA Bumiayu Adakan Tadabbur Alam

0
0 views
BERCENGKRAMA. Jajaran anggota PRA Bumiayu bercengkrma bersama menikmati keindahan pantai Jodo (foto dok tarwidzi)

KENDALMU.COM | WELERI. Pengajian rutin yang diselenggarakan oleh Rimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) bersama Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Bumiayu, Cabang Weleri membuat rasa jenuh, karena selama ini pengajian dilaksanakan di tempat-tempat rutin, seperti masjid atau musholla sehingga perlu adanya tempat untuk refreshing yang bisa menambah semangat dalam bermuhammadiyah.

Salah satu hal yang dilakukan oleh PRM dan PRA Bumiayu adalah wisata rohani, rihlah tadabbur alam.

Kata Rihlah-tadabbur diambil dari bahasa arab yang berarti perjalanan. Rihlah ialah perjalanan mentadabburi alam dengan maksud dan tujuan yang baik dan di dasarkan niat kepada Allah SWT, sebagai media pembelajaran untuk lebih mengenal Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.

Sedangkan yang dituju oleh rombongan PRM/A Bumiayu adalah pantai Jodo, yang terletak di Dukuh Buntusari, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang sekitar 10 Kilometer ke arah utara dari jalan Pantura Plelen. Dengan letaknya yang berdampingan dengan rel kereta api jalur pantura membuat pengunjung juga bisa menikmati pantai dengan diiringi suara kereta api yang sedang melintas.

Di situlah sekitar 70 anggota Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bumiayu berkumpul pada Selasa (24/12) di pantai Jodo.

Kedatangan mereka tidak sekedar ingin wisata, tetapi merenungi kebesaran Allah yang telah menciptakan alam seisinya, termasuk pantai Jodo yang tercipta dengan keindahan alamnya.

Ketua PRM Bumiayu, H. Suparman, menyampaikan, melalui tadabbur alam hati kita semakin dekat kepada sang pencipta dan menikmatinya dengan rasa syukur.

“Di situ kita bisa bercengkrama dengan alam terbuka dan menikmati keindahan alamnya” kata Suparman ketika dihubungi kendalmu.com.

Beliau menjelaskan, dengan tadabbur alam ukhuwah antara anggota dan pimpinan tercipta dengan keakraban, sehingga semangat untuk melaksanakan program-program kerja PRM Bumiayu akan terlaksana dengan baik.

BACA JUGA :  Soal Covid, Kader Muda Muhammadiyah Kendal Pertanyakan Kinerja Polri

“Program yang kami laksanakan bertumpu pada pembinaan anggota dan simpatisan melalui pengajian. Sedangkan bidang sosial kami arahkan kepada masyarakat, seperti menyantuni fakir dan miskin, anak yatim melalui zakat, infaq dan shadaqah” jelasnya.

bumiayu2
BERGEMBIRA. Kegembiraan tercipta dalam suasana tadabbur alam PRM dan PRA Bumiayu, Cabang Weleri (foto dok tarwidzi)

Sedangkan ketua PRA Bumiayu, Hj. Elies Ernawati, mengatakan, tadabbur alam yang diselenggarakan ternyata mengandung banyak hal yang kita rasakan.

“Kami benar-benar merasa akrab, nuansa kekeluargaan tercipta, dan sillaturrahmi di alam terbuka” kata Elies.

Dikatakan, tadabbur alam ini yang pertama kali dilaksanakan sebagai upaya menciptakan kebersamaan keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bumiayu.

Turut hadir dalam tadabbur alam, sekretaris PCM Weleri, H. Tarwidzi yang memberi apresiasi atas dilaksanakan wisata rohani.

“Kami bangga atas dilaksanakannya program tadabbur alam dalam rangka penguatan keimanan kita.Tadabur alam ini untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan. Memahami tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Alloh dengan melihat beragam ciptaannya. Cukup kita memperhatikan tiga unsur yang dapat dijangkau oleh akal yaitu Alam Semesta, Manusia  dan Kehidupan. Bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan ada sang pencipta dialah Allah SWT.  Sejatinya ketiga unsur tersebut bersifat terbatas, lemah, serba kurang” jelas Tarwidzi

KEBERSAMAAN. Usai menyimak tausyiah oleh KH. Masduki dilanjut foto bersama di pantai Jodo (foto dok tarwidzi}

Dalam tadabbur alam dihadirkan ustadz KH. Masduki untuk menyampaikan siraman rohani, khususnya tentang kebesaran Allah dalam menciptakan alam dan isinya.

“Dengan tadabbur alam bersama-sama bisa melihat laut yang luas,bergemuruhnya ombak,  beragam jenis-jenis ikan itu bisa meningkatkan keimanan” ‘Oleh karena itu’ sambungnya, dalam Al-Qur’an terdapat ajakan untuk mengalihkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada, agar dapat membuktikan adanya Allah SWT.

“Dengan mengamati benda-benda tersebut, bagaimana satu dengan yang lain saling membutuhkan, akan memberikan suatu pemahaman yang meyakinkan dan pasti, akan adanya Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur,” ungkapnya mengutip Aal Qur’an surat Ali Imron ayat 190 ‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal’. (fur)

BACA JUGA :  Gantikan Nur Khozin, Unwan Dikukuhkan Sebagai Ketua PCPM Rowosari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here