Sekretaris LPPK Khutbah Idul Fitri di Masjid Muhajirin, Berikut Cuplikan Materinya

0
19 views
Sekretaris LPPK PDM Kendal, Edy Hansa mengatakan Ramadhan memiliki peristiwa-peristiwa penting sebagai dokumen sejarah ummat Islam.(foto dok arief)

KENDALMU.COM | KALIWUNGU. Sekretaris Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan (LPPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Edy Hansa bertindak sebagai imam sholat dan khotib Idul Fitri 1442 H di Masjid Muhajirin Karangtengah, Kaliwungu pada Kamis pagi (13/5).

Dalam khutbahnya dosen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) itu menyampaikan tentang kemulyaan bulan Ramadhan.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dan teristimewa. Kemuliaan bulan Ramadhan dapat dilihat dari banyaknya nama lain yang disematkan dalam bulan ini” kata Edy Hansa.

Dikatakan, bulan Ramadhan di sebut dengan istilah syahrul quran, bulan diturunkannya Al Qur’an, syahru syiyam, bulan puasa, syahru an najah, bulan keselamatan, syahru al juud, bulan kemurahan, syahru at tilawah, bulan membaca. dan masih banyak lagi sematan nama- nama yang lain.

Selain itu, lanjut Edy Hansa mengatakan bulan  Ramadhan menjadi bulan yang mulia, karena hampir semua kitab suci, oleh Allah SWT diturunkan pada bulan itu.

“Kitab Taurat misalnya, diturunkan oleh Allah SWT pada malam ke 6 bulan Ramadhan. Kitab Zabur, diturunkan pada malam ke 12 bulan Ramadhan. Kitab Injil, diturunkan pada malam ke – 18 bulan Ramadhan. Dan terakhir, Al Qur’an diturunkan pada malam ke – 17 bulan Ramadhan” ungkapnya.

KHUSUK. Jamaah sholat Idul Fitri 1442 H di masjid Muhajirin Karangtengah, Kaliwungu sedang khusuk menyimak khutbah. (foto dok arief)

Kemulyaan bulan Ramadhan, kata Edy tidak berhenti sampai disitu, Ramadhan ternyata menyimpan peristiwa-peristiwa penting sebagai dokumen untuk bisa dibuka kembali dan diingat bersama.

“Peristiwa – peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan diantaranya adalah kemenangan ummat Islam dalam perang Badar yang terjadi bulan Ramadhan tahun ke 2 hijriyah. Perang Uhud, terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke -3 Hijriyah. Perang Khandak, pecah pada bulan Ramadhan tahun ke-5 Hijriyah. Peristiwa Fathul Makkah atau pembebasan kota Makkah, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke – 8 Hijriyah. Kemenangan umat islam dalam perang Tabuk, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijriyah, dan penaklukan Afrika oleh umat Islam yang dipimpin oleh Uthbah ibnu Nafi’, terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke – 53 Hijriyah. Islam pertama kali menjejakkan kaki ke Eropa dibawah pimpinan Panglima Perang Thariq bin Ziyad, terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke – 91 Hijriyah. Dan masih banyak lagi peristiwa – peristiwa besar lainnya yang terjadi di bulan Ramadhan” ungkap Edy.

BACA JUGA :  Majelis Dikdasmen Gelar Pelatihan Pembuatan NIB

Bagi kaum muslimin yang memahami betul sejarah peristiwa di bulan Ramadah, hikmah dan keberkahan bulan Ramadhan, kata Edy merasa sedih apabila ditinggalkan oleh bulan suci itu.

“Ada perasaan haru karena bulan Ramadhar yang amat mulia telah berlalu. Dan mereka khawatir, Allah SWT tidak mempertemukannya kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan. Bulan yang amat di rindukan kehadirannya oleh orang orang yang beriman dan bertaqwa” ujarnya.

Dia juga menyampaikan suasana Idul fitri tahun ini dalam pandemi Covid-19 sebagai ujian keimanan

“Sudah dua kali kita merayakan Idul Fitri dalam suasana pandemic Covid-19. Allah SWT benar benar sedang menguji keimanan dan kesabaran kita. Karena, hampir semua umat Islam mungkin merasakan hal yang sama. Yaitu hadirnya suasana hati dan jiwa, serta fikiran yang terasa kurang syahdu dalam merayakan hari raya ledul Fitri” kata Edy.

“Mungkin kita merasa kurang khusu’, karena pelaksanaanya diatur sedemikian rupa dengan aturan protokol kesehatan. Mulai pembatasan jumlah jamaah sholat tarawih, jarak shoft antara satu dengan yang lain, peniadaan ceramah yang sudah menjadi tradisi sholat tarawih, hingga pada acara acara lainnya seperti buka bersama, bazaar ramadhan maupun acara ceremonial lainnya. Bahkan, ada pula sebagian masyarakat kita yang terpaksa harus melaksanakan sholat tarawih di rumahnya masing- masing karena mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan pembatasan social masyarakat” bebernya.

“Sekali lagi, ini merupakan ujian keimanan dan kesabaran kita. Akankah kualitas ibadah kita, kualitas keimanan kita, menjadi berkurang disebabkan karena adanya pandemi yang tak kunjung berakhir” tegasnya.

Dia meminta kepada umat Islam tetaplah istiqomah, ikhlas dan bersabar.

Di ujung khutbah, Edy mengingatkan dalam kontek puasa, ketaqwaan dapat diperoleh apabila seseorang yang beriman memiliki dan menjalankan dua hal prinsip sebagaimana tercantum dalam Al qur’an Surat Al Baqarah ayat 183, yakni konsisten untuk menguatkan keimanan berpuasa dengan segala peluang dan hikmahnya sesuai dengan apa yang dilaksanakan oleh Rasulullah. (fur)

BACA JUGA :  M. Nurul Huda : IPM Harus Mengikuti Zaman, Bukan Malah Tereliminasi Oleh Zaman