Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Resmikan Studio Pembelajaran SMP Muhi Weleri

0
53 views
RESMIKAN. Ditandai dengan memotong pita oleh Sekretaris Majelis Dildasmen PP Muhammadiyah, H.R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D studio mini pembelajaran 'Ibnu Sina' SMP Muhi Weleri diresmikan (foto dok fur)

KENDALMU.COM | WELERI. Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, H. R. Alpha Amirrachman meresmikan studia mini pembelajaran milik SMP Muhammadiyah 1 (Muhi) Weleri. Studio yang diberi nama ‘Ibnu Sina’ tersebut peresmiannya ditandai dengan pemotongan pita yang berlangsung pada Kamis (2/8).

Kepala SMP Muhi Weleri, Agus Martono menyampaikan studio mini pembelajaran dibangun menghabiskan biaya Rp 65 juta lebih yang bersumber dari Komite Sekolah dan dari donasi alumni SMP Muhi.

“Sebesar Rp 40 jutaan dari alumni dan siswanya dari para alumni” ungkap Agus.

Dia berharap studio Ibnu Sina bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya, yaitu sebagai media pembelajaran guru dan siswa, dimana para guru membuat alat pembelajaran yang hasilnya dishare ke group WhatsAap siswa yang bersangkutan.

Kata Agus, studio mini juga bisa digunakan untuk dakwah lewat pengajian.

“Dari Bapak-bapak PDM Kendal juga bisa memanfaatkan studio Ibnu Sina untuk syuting atau rekaman pengajian, kita atur jadwalnya”

RUANG STUDIO. Alpha Amirrachman (tengah) diapit oleh Sekretaris Dinas Dikbud Kab. Kendal, Sutadi (kanan) dan Ketua Majelis Dildasmen PWM Jateng, Iwan Junaedi sedang berada di ruang studio mini pembelajaran Ibnu Sina SMP Muh 1 Weleri (foto dok fur)

Sedangkan Alpha Amirrachman mengaku kedatangannya untuk melihat secara langsung terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah Muhammadiyah, praktik dan implementasinya.

“Kebetulan nanti malam Majelis Dikdasmen bersama MCCC melakukan rapat semi pleno via daring membahas sepertia apa PTM ke depannya” akunya lagi.

Dikatakan, Dikdasmen dalam PTM berprinsip tidak mengatur tetapi bekerja sama dan menyesuaikan kebijakan yang berlaku di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

“Kami ingin melihat seperti apa yang telah dilakukan oleh sekolah Muhammadiyah dan bagaimana ke depannya” ujar Alpha.

PTM, kata Alpha, dilakukan tidak full tatap muka, bisa melakukannya secara sistem hybrid dan shifting dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dia menyampaikan, sekolah Muhammadiyah ke depan tantangannya lebih besar dan berat.

BACA JUGA :  Mengimplementasikan Mata Pelajaran PAI, SMA Muhpat Kendal Gelar Tahfidz Al Quran

“Sekolah kita bukan negeri yang digerakkan oleh masyarakat dan di Jawa Tengah cukup kuat, tetapi ada yang tidak cukup kuat, maka kita tidak boleh lepas begitu saja support dari masyarakat” katanya.

SEMANGAT. Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Alpha Amirrachman dan Kepala SMP Muhammadiyah 1 Weleri yang lama, Agus Martono di ruang studio Ibnu Sina (foto dok agus)

Selama pandemi Covid-19, imbuh Alpha, masyarakat beranggapan sekolah libur maka tidak bayar uang sekolah.

Dia meminta kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah supaya meyakinkan kepada orang tua siswa tentang hak-hak siswa selama Covid-19 berlangsung.

“Hak-hak siswa tidak terputus selama pandemi, dan sekolah harus bisa mensiasati dengan pembelajaran daring, atau PTM terbatas” pintanya.

“Kita tidak ingin memproduksi anak-anak yang sekedar pintar, trampil tetapi kita ingin mencetak mereka yang cerdas, berkarakter akhlakul karimah, berjiwa pemimpin, interpreneur, sehingga ketika mereka lulus tidak sekedar bisa bekerja tetapi menjadi pemimpin di masyarakat dan berdakwah” katanya. (fur)