Selama 10 Hari MCC Kendal Sudah Menyemprot Di 430 Tempat

0
131
MASJID. Masjid Al Hidayah Kebumen, Sukorejo sebagai tempat berkumpulnya ummat mendapat semprot desinfektan. (foto dok yaya)

KENDALMU.COM | WELERI. Muhammadiyah Covid Center (MCC) Kendal terhitung sejak tanggal 19-30 Maret 2020 sudah melakukan penyemprotan desinfektan di 430 tempat yang tersebar di seluruh Kabupaten Kendal. Giat penyemprotan didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal nomor 071/KEP/III.0/2020 tertanggal 20 Maret 2020.

Wakil sekretaris MCC Kendal, Surya Prima, mengatakan, 430 tempat tersebut terdiri dari tempat pendidikan, masjid, musholla, ponpes/PAY, perkantoran, rumah penduduk, dan fasun lainnya.

“Riciannya adalah sekolahan 82, masjid dan musholla 146, perkantoran 11, rumah warga 167 dan fasun lainnya ada 10” kata Yaya, panggilan keseharian Surya Prima ketika dihubungi kendalmu.com Selasa pagi (31/3).

Beliau menjelaskan, 430 titik yang disemprot tersebut melibatkan sebanyak 75 orang.

“Mereka adalah para relawan yang kebanyakan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) antara lain unsur Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), KOKAM, Hizbul Wathan (HW) dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM)”

TEMPAT IMAM. Penyemprotan desinfektan oleh relawan MCC diantaranya menyasar ke tempat imam sholat. (foto dok yaya)

Dikatakan pula, melihat perkembangan di masyarakat sudah banyak pemerintah desa yang melakukan penyemprotan secara mandiri.

“Terdapat desa yang melakukan penyemrotan desinfektan secara mandiri, yaitu desa Sambongsari, Weleri. Dalam hal ini MCC sifatnya mendampingi cara membuat bahan baku desinfektan, persediaan peralatan penyemprotan yang meliputi tangki, masker, dan Alat Pelindung Diri (APD)” bebernya.

MCC Kendal dalam perkembangannya menurut Yaya saat ini tidak hanya fokus di penyemprotan desinfektan, tetapi sudah mulai konsentrasi pada ketahanan pangan berbasis Cabang dan Ranting

“Konsep Ketahanan Pangan Berbasis Cabang dan Ranting (K2PBCR) sedang kami susun sebagai bentuk antisipasi apabila di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Kendal memberlakukan karantina. Tentu kita harus memikirkan kebutuhan pokok warga Muhammadiyah Kendal dan masyarakat umum” ujar Yaya. (fur)

Sumber : http://corona.kendalkab.go.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here