Selama Hadapi Covid-19, Seluruh Siswa SMK Muga Weleri Dapat Keringanan Biaya Sekolah

0
1 views
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, H. Yusuf Darmawan, S.Pd, M.Pd (foto dok fur)

KENDALMU.COM | WELERI. Merebaknya wabah Corona Virus Deseasa (Covid-19) membuat masyarakat dunia merasa prihatin. Imbas dari wabah tersebut membuat dunia pendidikan, khususnya di Indonesia telah dihentikannya segala aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang selama ini dilakukan secara langsung, tatap muka. Dan sebagai gantinya siswa mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dari guru di rumah masing-masing secara online.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 (Muga) Weleri, H. Yusuf Darmawan, S.Pd, M.Pd mengatakan, disaat kondisi wabah Covid-19 ini pihaknya melakukan kebijakan dengan memberi keringanan atau pengurangan biaya pendidikan di sekolahannya kepada seluruh orang tua siswa.

“Dasar kami adalah Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudyanaan nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 dan Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah nomor 443.3/09002 Perihal Penegasan Tentang Ujian Sekolah Dalam Menentukan Kelulusan Peserta Didik, serta Surat Edaran Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Kendal nomor 96/III.4/B/2020 tentang Pelayanan Penyelenggaraan Sekolah Muhammadiyah” kata Darmawan ketika ditemui kendalmu.com Jum’at siang (3/4).

Beliau menjelaskan, dengan ditiadakannya Ujian Nasional dan Ujian Kompetensi Keahlian (UN dan UKK) bagi kelas XII, maka biaya ujian akan dikembalikan.

“Pengembalian biaya UN dan UKK berlaku bagi seluruh jurusan yang ada dengan besaran rupiah berbeda. Bagi jurusan Farmasi mendapat pengembalian sebesar Rp 700.000;. siswa jurusan Teknik Bisnis dan Sepeda Botor (TBSB) dikembalikan Rp 600.000, adapun mereka yang jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO), Teknik Audio Video (TAV), dan Mutimedia, masing-masing akan dikembalikan sebesar Rp 300.000;” ungkapnya.

Pengembalian biaya pendidikan sebesar itu, menurut Darmawan, tentunya setelah dikurangi biaya kegiatan yang telah dilaksanakan menghadapi UN dan UKK, seperti pelaksanaan pengayaan atau les, pelaksanaan simulasi atau tryout, dan pelaksanaan ujian Ciri Khusus Berbasis Teknologi (CBT) Al Islam.

BACA JUGA :  SMP Muhi Weleri Gelar Pelatihan Sekolah Aman Bencana

“Adapun yang akan dilaksanakan dan memerlukan biaya antara lain penulisa ijazah, buku alumni, dan sumbangan alumni”

Selain pengembalian biaya UN dan UKK, pihak sekolahan juga memberi potongan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

“Seluruh peserta didik di SMK Muga Weleri mendapat potongan biaya SPP selama 3 bulan, yaitu Maret – Mei sebesar 25% setiap bulannya” imbuhnya.

Darmawan berharap, kebijakan yang telah diambil bisa meringankan wali siswa dalam membiayai pendidikan anak-anaknya selama menghadapi wabah virus corona.

Kebijakan pengembalian biaya ujian dan potongan uang SPP oleh Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri ternyata disambut lega oleh para wali siswa. Sebut saja Dyah Anggraeni (48), wali siswa dari Riyyani Cinta Sari (17) kelas XI Jurusan Multimedia.

#Dirumahsaja ( foto dok. dyah)

“Kebijakan itu kami nilai baik dan bisa membuat orang tua siswa merasa lega” kata Dyah.

Beliau memahami, meningkatnya wabah Covid-19 membuat kondisi pendidikan di Indonesia sangat terganggu yang berdampak pada penghasilan orang tua berkurang.

“Maka kebijakan pemotongan biaya SPP cukup membantu kami, yang bisa dialihkan diantaranya untuk pengadaan kouta internet  dan anak lebih familiar dengan smartphone di rumah dalam mengerjakan tugas daring” ujarnya.

Hal yang sama juga diakui oleh Dania Ramadhani (16) kelas X Jurusan Farmasi. Dia merasa bersyukur atas kebijakan kepala sekolahnya dengan adanya pemotongan biaya SPP selama 3 bulan.

DARING. Dania Ramadhani salah satu siswi jurusan Farmasi SMK Muhammadiyah 3 Weleri ketika mengerjakan tugas-tugas jaringan (daring) dari guru-gurunya melalui smartphone (foto dok nyanya)

“Bagi wali murid itu kebijakan yang tepat dan sangat membantu. Jika dihitung mendapat potongan Rp 50.000; setiap bulan. Uang potongan itu bisa digunakan untuk pengadaan kuota siswa dalam mengerjakan tugas-tugas daring dari Bapak dan Ibu guru” kata Dania saat dihubungi kendalmu.com.

Dia berharap wabah Covid-19 seperti ini bisa segera hilang dan membuat aman, sehingga proses Kegiatan Belajar Mengajar di sekolahan dapat berjalan dengan normal biasa. (fur)

BACA JUGA :  Kembali, KOKAM Kendal Gelontorkan Air Bersih Ke Warga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here