Home Berita Semarak PR IPM SMK Muhi Weleri Mantu ‘Tanpa Mempelai Berdua’

Semarak PR IPM SMK Muhi Weleri Mantu ‘Tanpa Mempelai Berdua’

0
0 views
STAND FOTO BOTH. yang menjadi lokasi foto bersama semua peserta IPM MANTU. (foto dok nur)

KENDALMU.COM | WELERI. Istilah mantu adalah peristiwa pesta pernikahan anak di suatu tempat yang lazimnya ramai, karena berdatangan tamu, berbagai jenis makanan tersaji, dan yang tidak kalah pentingnya adalah di peristiwa mantu duduk bersanding kedua mempelai.

Tetapi mantu yang digelar oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah 1 (SMK Muhi) Weleri selama tiga hari, Kamis-Sabtu (7-9/11) berbeda dengan mantu pada umumnya. Ada yang kurang, yaitu tidak adanya mempelai berdua, meskipun di depan gerbang pintu masuk terpasang janur melengkung, sebagai pertanda kalau di tempat tersebut sedang ada peristiwa sakral, mantu.

Ketua panitia mantu, Rismayanti, mengatakan IPM mantu yang diselenggaraan sebagai bentuk kreativitas di kalangan pelajar.

“Istilah mantu yang kami pinjam, mengingatkan kita pada peristiwa pernikahan. Kemudian kami olah dalam bentuk kegiatan-kegiatan ilmiah bagi pelajar yang menggembirakan” ujarnya.

“Di gelaran mantu ini kami ingin ada ghiroh yang saling membina persahabatan, kolaborasi, dan kerja sama antar pelajar SMK Muhammadiyah 1 Weleri untuk semangat berkarya” katanya.

“Di ajang ini kami sajikan empat menu yang menggugah selera, yaitu Latihan Dasar Rasa Pimpinan Ranting (LDPR), sebuah pelatihan bagi temen-temen IPM yang ingin merasakan konsep dasar leadership IPM. Kami juga menyuguhkan menu Bazar Kewirausahaan, sebuah menu yang selaras dengan visi dan missi SMK Muhi Weleri, yaitu menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi siswa. Taman literasi, kami hadirkan dengan beragam judul buku yang disajikan sebagai menu utama, karena dunia IPM adalah dunia literasi. Yang terakhir bagi temen-temen Ipmawati yang demen adu argumentasi kami suguhkan Seminar Ipmawati” beber Rismayanti.

Pantauan kendalmu.com para peserta sudah berdatangan untuk mengunjungi beberapa menu yang disajikan. Mereka hadir untuk menikmati menu yang cukup beragam dan mampu menambah kenyang pengalaman.

BACA JUGA :  Siapkan Relawan Profesional, LPB Kendal Kirim 2 Orang Ikuti Diklat DU dan Logistik

Sedangkan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Weleri, Abdul Wahid Dadong Wartomo, mengatakan, bahwa kata mantu dalam tradisi atau budaya jawa.

“Mantu adalah sebutan pesta perkawinan dalam istilah jawa” katanya.

Dijelaskannya, bahwa arti kata mantua dalah barang sing dieman-eman metu, artinya harta yang disayang-sayang akan keluar. Maksudnya tabungan dan harta lain sering harus dibelanjakan untuk mencukupi seluruh kebutuhan, agar kebudayaan mantu terlaksana dengan lancar.

Beliau memahami bahwa dunia pelajar adalah dunia kreativitas, sehingga wajar kalau kegiatan-kegiatan yang digelar perlu meminjam istilah-istilah di luar pakem.

“Istilah mantu untuk perhelatan pernikahan, yang tidak lepas dengan jamuan makan, tetapi dikemas dalam bentuk kegiatan IPM yang mirip-mirip mantu, hanya tidak ada mempelai berduanya. Menu yang disajikan tidak untuk mengenyangkan perut, tetapi menambak kenyang pengalaman” tutupnya (joe farqi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here