Sillaturrahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Seluruh Dunia, Haedar Nashir : Muktamar Yang Diundur Desember, Tapi Kita Tidak Bisa Menjanjikan

0
0 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Muktamar yang diundur ke bulan Desember, persiapan terus dilakukan, Pansel maupun panitia pelaksan, terus melakukan persiapan. Kita berbdoa agar musibah ini diangkat Allah, sehingga Desember berjalan normal. Tapi kita tidak bisa menjanjikan, kita terus melakkan simulasi, tetapi kita berharap nanti akan sesuai rencana. Masa normal belum bisa diprediksi. Tapi kita juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang.

Demikian kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. H. Haedar Nashir, M.Si dalam pidatonya yang disampaikan dalam gelaran Sillaturrahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) secara virtual. Kegiatan tersebut berlangsung Ahad malam (14/6) yang diikuti oleh seluruh calon utusan resmi Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam dan luar negeri yang rencananya akan berlangsung Bulan Desember depan di Surakarta.

Tentang penggembira, beliau masih berfikir, apakah boleh atau tidak, terus mengkaji dan mensimulasikan.

“Kita juga harus befikir penggembira sebagai modal syiar kita, ini belum bisa dipastikan, apakah boleh atau tidak. Kita masih terus mengkaji dan mensimulasikan. Tetapi intinya kita terus bersemangat dan terus menjalin ukhuwah,” ungkapnya.

PERSIAPAN. Sambil menunggu tamu undangan, persiapan SKBM di gedung MDC Weleri dilakukan (foto dok darmawan)

Terkait dengan Covid-19, beliau berharap  agar musibah itu segera diangkat oleh Allah, dan menjadi normal.

“Dalam 3 bulan terakhir ini berada dalam suasana musibah covid-19, tentu kita berharap agar musibah ini segera diangkat Allah, dan menjalani hidup normal. Tetapi kita tidak bisa menghadapi musibah ini sesuai dengan keinginan kita, karena memiiki sunatullah sendiri. Maka kita harus tetap waspada. Dalam menghadapi musibah pandemi ini PP Muhammadiyah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, mulai dari yang umum seperti mendirikan MCCC dari pusat hingga ke tingkat bawah. Kemudian kita juga mmbuat pedoman beribadah di tengah musibah. Kita merumuskan ibadah dari tarjih tentang beribadah di rumah. Yang terakhir mencoba melakkan simulasi di tempat-tempat yang relatif aman, untuk melakukan ibadah di mesjid dengan protokol yang ketat tetapi intinya kita tetap waspada. Kita tidak memposisikan ini hanya sebagai duniawi tetapi juga ukhrowi. Tidak ada yang menimpa dalam kehidupan ini kecuali melalui bingkai kekuasaan Allah. Maka kita ahrus mengambil hikmah dalam kehidupan ini. Kita menghadapi suka dan duka, dan sebagai orang beriman kita hars berikhtiar, tawakkal dan sabar dalam hidup ini. Kita harus leih matang dalam bertindak, sehingga dikeluarkan menajdi ummat yang unggul dan terbaik (khairu ummah),” beber beliau.

BACA JUGA :  Info Covid-19 : Ancaman Covid-19 Meningkat, Ketahanan Diri dan Keluarga Perlu Diperkuat
RUANG PLENO. Utusan yang berdomisili di sekitar Kota Kendal mengikuti SKBM virtual di ruang rapat pleno PDM Kendal (foto dok joe)

Beliau melanjutkan, dalam menghadapi musibah dan kebijakan persyarikatan, tentu tidak memuaskan semua pihak. Sesempurna apapun, selalu ada kekurangan dan kelemahan, karenanya Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan permohonan maaf, jika dalam mengambil kebijakan-kebijakan itu idak memuaskan semua pihak. Tetapi percayalah bahwa semua kebijakan itu berasal dari permusyawaratan. Sehingga berdasarkan pertanggungjawaban ruhani kita, insyaallah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam melakukannya itu didasarkan pada niat yang ikhlas dan pertanggungjawaban yang kami utamakan untuk kemaslahatan ummat, bangsa dan persyarikatan.

Muhammadiyah berpondasi kuat.

Haedar Nashir menegaskan, bahwa Muhammadiyah yang didirikan oleh KHA Dahlan memiliki pondasi yang kuat, kokoh sehingga para penerusnya lebih mudah melanjutkannya.

“Muhammadiyah ini, selain usia yang sudah panjang, lebih dari 1 abad. Termasuk ortom dan semua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) merupakan rumah besar kita semua. Muhammadiyah didirikan melalui pondasinya yang sangat kokoh. Ketika di akhir hayatnya, KHA Dahlan yang sakit tidak mau istirahat, beliau menyampaikan bahwa dirinya ingin mendirikan pondasi yang selesai, sehingga penerusnya lebih mudah melanjutkannya,”

AULA RSDI. Suasana SKBM daring di aula RSU Muhammadiyah Darul Istiqomah Kaliwungu (foto dok antono)

Jadi apa yang diletakkan oleh Kyai Dahlan itu adalah pondasi yang sangat kuat, yaitu kembali pada al Quran dan Sunnah, juga tajdid, merupakan pondasi yang sangat kokoh. Sehingga kita dapat menghadapi berbagai tantangan di berbagai kondisi dan situasi. Dengan pondasi itulah kita punya perspektif pemikiran Islam yang sangat kokoh. Selain kembali Al quran dan Sunnah, dan ijtihad, kita juga mengembalikan bayani, burhani dan irfani. Maka dengan perspektif keislama yang kokoh ini, generasi sesudahnya harus merawat dan mengembangkannya, harus bertahan sampai berabad-abad kemudian. Kita juga punya pondasi idiologi dan rumusan yang kokoh, yaitu Langkah 12 Muqodimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan Cita-cita Hidup, Pedoman Hidup Islami, Pernyataan Fikiran Muhammadiyah Abad ke2, Dakwah Kulturan Muhammadiyah, dan Darul Ahdi Wasyahadah.

BACA JUGA :  Gaung Pembangunan Museum Nabi Muhammad Sampai di MBS SMA Muhi Weleri

“Ini adalah modal besar untuk mengambil jalan gerakan. Semua gerakan kita bersumber pada perspektif ini. Ketika kita membuat berbagai kebijakan organisasi maka sumbernya adalah prinsip-prinsip organiasi. Kita harus mereduksi kepentingan-kepentingan pribadi dan kembali pada kepentingan organisiasi”

SELOKATON. Tidak mau ketinggalan sejumlah utusan PCM se Kawedanan Selokaton mengikuti SKBM virtual di Pondok DA 1 Muhammadiyah Patean (foto dok agus)

Tetapi semua kita akan mendapat barokah. Kemudian kita juga akan mendapatkan hasil dari amal nyata di masyarakat berupa amal usaha atau amal soleh. Hanya Muhammadiyah yang mampu menembus berbagai pelosok tanah air dan berbagai negara di dunia dengan standar organisasi yang baik. Dan organisasi ini hidup karena ada jiwa, prinsip dan orientasi gerakan. Dan kita menghasilkan karya nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Di tengah wabah covid, masyarakat merasakan Muhammadiyah berperan nyata. MCCC begerak dari pusat hingga ke pelosok semuanya bergerak dengan penuh keikhlasan. Ini adalah jiwa Al-Maun, ini bukan sesuatu yang sederhana. jangan menganggap hal praktis itu tidak penting, tetapi itu juga tonggak perjuangan yang menjadi Muhammadiyah dipercaya oleh masyarakat. Membangun amal usaha itu tidak mudah. Kami di PPM merasakan bagaimana orang-orang di daerah sampai ranting berjibaku membuat amal usaha, sampai tempat-tempat terjauh. Ini lahir dari sebuah jiwa yang hidup. Di sana ada jiwa yang hidup dari sanubari kita.

Di bagian akhir beliau meminta agar semua pihak bersinergi dan bekerja sama dengan sungguh-sungguh.

JAGA JARAK. SKBM daring se Siboli yang berlangsung di SMK Muh 2 Boja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan physical distancing (foto dok rubiyadi)

“Mudah-mudahan Allah melapangkan. Dan tentu kami di PPM juga terus mempersiapkannya, sambil terus memantau dinamika yang terjadi di wilayah, daerah, ortom dan semuanya. Kami sangat bersyukur atas tumbuhnya kemajuan dari seluruh pimpinan. Karenanya kami sangat berterimakasih atas perjuangan dari semuanya, baik pimpinan dari pusat hingga ke pelosok dan juga ortom, semoga itu menjadi amal soleh yang nyambung ke surga. Yang terakhir kita berdoa agar kita selalu sehat dan terhindari dari pandemi covid-19 ini.”

BACA JUGA :  Sambut Milad Muhammadiyah Ke 107, PCM Kaliwungu Gelar Kemah Dakwah

Sebelum mengakhiri pidatonya, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan pesan dari KH Ahmad Dahlan“Rawatlah Muhammadiyah, karena merawat Muhammadiyah sungguh tak mudah. Semoga di ujung perjalanku ini Allah memberi rido bagi persyarikatan Muhammadiyah.” (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here