Siswa-siswi Di SD Muhammadiyah Sukorejo, Usai UAS Dipacu Dengan Hafalan Ayat-ayat Al qur’an

0
290
SETORAN. Salah satu siswa kelas VI SD Muhammadiyah Sukorejo sedang setoran hafalan ayat-ayat Al qur'an di hadapan gurunya (foto dok butuk)

KENDALMU.COM | Sukorejo. Budaya lama, siswa-siswi selesai mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) adalah beristirahat, leha-leha untuk mengendorkan syaraf otak. Tetapi hal itu nampaknya tidak berlaku di SD Muhammadiyah Sukorejo. Anak-anak didik khusus kelas VI SD Muhammadiyah Sukorejo tetap dipacu agar lebih bersemangat belajar, yaitu menghafal ayat-ayat al qur’an, hadits dan do’a-do’a harian.

“Menghafal merupakan sebuah kegiatan yang berusaha meresapkan sesuatu ke dalam pikiran agar selalu ingat” kata kepala SD Muhammadiyah Sukorejo, Sobirin ketika dihubungi kendalmu.com Rabu (4/12).

Di era modern ini, kata Sobirin, banyak kita temui sekolah yang menerapkan sistem menghafal surah-surah pendek bagi siswanya dengan target yang harus di tempuh.
Semua orangtua beragama Islam pastinya ingin anaknya pintar membaca Alquran, bahkan kalau bisa menghafalnya. Namun, tentunya sebagai pengajar harus tahu cara menghafal Alquran yang efektif untuk anak, agar cepat bisa dan tidak mudah lupa.

Mengajarkan cara menghafal Alquran pada anak bisa dilakukan sejak dini, terutama ketika anak masih balita berusia di bawah dua tahun. Di usia ini anak mudah dibentuk kepribadiannya dan menyerap dengan baik ajaran dari kedua orangtua.
Mengenalkan bacaan Alquran sejak dini akan membuatnya lebih mencintai kitab suci dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan wali kelas VI SD Muhammadiyah Sukorejo, Butuk Kemisih mengungkapkan, bahwa program menghafal yang diberikan sekolah terhadap siswa hendaknya tidak hanya diterapkan di sekolah, namun orangtua juga perlu membiasakan anak untuk mengulang apa yang telah di hafalkannya di sekolah.

“Sebagai orangtua pun harus mengerti apa yang di butuhkan oleh anak. Anak tidak boleh dipaksakan. Jika anak mulai bosan atau lelah biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan terlebih dahulu. Mungkin mereka ingin bermain terlebih dahulu dan orangtua hendaknya tidak melarangnya karena itu salah satu ciri-ciri anak kreatif” ungkapnya.

BACA JUGA :  Siap Bangun Rumah Sakit, PDM Rembang Study Banding Ke PDM Kendal

Ditambahkan oleh Butuk, jika anak bosan dengan metode menghafal yang digunakan, hendaknya guru maupun orangtua dapat mencari solusi untuk menanganinya. Banyak metode menghafal yang dapat di terapkan dan orangtua dapat memilih metode yang sesuai dengan anaknya.

Program hafalan, setoran ayat-ayat Al qur’an di SD Muhammadiyah Sukorejo sudah membudaya beberapa tahun lalu, dan tetap terus dilaksanakan, kususnya usai UAS.
“Jika anak-anak selesai mengikuti UAS, maka kegiatan selanjutnya adalah fokus setoran hafalam ayat-ayat Al qur’an, hadist dan doa harian” pungkasnya. (Dyah)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here