SMA Muhi Weleri Gelar Mapeta Diikuti oleh 39 Siswa

0
31 views

KENDALMU.COM | WELERI. SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Weleri menyelenggarakan Masa Pembekalan Tahap Akhir (Mapeta) anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Kegiatan tersebut berlangsung Rabu-Jum’at (21-23/4) yang diikuti oleh 39 siswa kelas XII dan bertempat di sekolahan tersebut.

Mapeta merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) diperuntukkan bagi kelas XII tingkat SLTA atau kelas IX untuk SLTP sebagai bekal pengetahuan sebelum meninggalkan almamaternya.

Khusus untuk SMA Muhi Weleri Mapeta dilaksanakan pada pagi hari dan malam dengan maksud agar siswa tidak kelelahan mengingat masih dalam bulan Ramadhan.

Ketua Umum PR IPM SMA Muhi Weleri, Marzuk Darussalam mengatakan Mapeta sebagai bentuk upaya penguatan identitas diri setiap anggota IPM sebelum mereka memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi.

“Mapeta tahun ini membawa inspirasi bagi kami selama memimpin IPM dan teman-teman panitia” kata Marzuki.

Dia menjelaskan selama kegiatan Mapeta akan disampaikan beberapa materi oleh para nara sumber yang berkompeten.

“Materinya meliputi Keislaman, Kemuhammadiyahan, Memilih Perguruan Tinggi yang sesuai, Motivasi masuk dunia kerja, Memaknai kebebasan bergaul pasca SMA, Memahami Ayat Allah, Peka terhadap lingkungan dan menjadi bagian untuk kemanfaatan sekitar” jelasnya.

Marzuki berharap kegiatan Mapeta dapat berjalan dengan lancar dan memberi manfaat bagi anggota yang akan segera meninggalkan sekolahan.

Sedangkan Kepala SMA Muhi Weleri, Nurrudin menyampaikan Mapeta sebagai media menanamkan jiwa leadership dan tempat menambah pelajaran yang belum tentu diperoleh di pendidikan di luar sekolah Muhammadiyah.

“Mapeta sebagai media penanaman jiwa kepemimpinan kepada peserta dan panita untuk menambah pelajaran praktek berkomunikasi, kerja sama dan berkreasi” kata Nurrudin.

Dia menjelaskan SMA Muhi Weleri adalah sekolah berbasis pesantren tentu memiliki ciri khas yang berbeda dengan sekolah lainnya.

BACA JUGA :  46 Pengusaha Yang Mengikuti SBM Di masa Pandemi Covid-19 Diharapkan Lebih Sukses, Pakai Filsafat China

“MBS SMA Muhi Weleri didirikan untuk mencetak kader Muhammadiyah berilmu tinggi, beramal sholeh dan berakhlaqul karimah” tegasnya.

SMA Muhammadiyah 1 Weleri, lanjut Nurrudin salah satu sekolah Muhammadiyah yang berbasis pesantren, hal itu tidak menjadi batas bagi para santri untuk mengeksplor hal-hal baru di dunia luar.

Dalam Mapeta dia berharap karakter para santri setelah lulus dapat dikembangkan sesuai dengan karakter utama Muhammadiyah, yaitu memiliki aqidah yang murni dan membawa Islam yang berkemajuan.

“Alumni SMA Muhi Weleri memiliki aqidah yang lurus, tidak berbuat syirik, serta membawa Islam yang berkemjuan, yaitu membawa perubahan, pembanguan, mencerahkan, dan berorientasi untuk masa depan” tegasnya lagi.

Terkait manfaat Mapeta, Atho Robban Azmi, salah satu peserta menyadari pentingnya mengikuti Mapeta yang telah memberi wawasan dan pengajaran tentang pendewasaan sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Mapeta ini sangat memotivasi Saya dan mengajarkan tentang wawasan serta nilai pendewasaan untuk menghadapi dunia luar nantinya,” ujar Atho.

Hal senada juga diungkapkan oleh Regita Hapsari, bahwa materi-materi yang telah disampaikan pada serangkaian kegiatan Mapeta dapat membawa banyak hal positif bagi dirinya.

“Banyak hal positif yang Saya dapat dari Mapeta, materi yang disampaikan juga sangat menarik,” kata Regita.

Ia juga berharap bahwa Mapeta ini dapat berguna bagi seluruh peserta ketika lulus nanti. “Semoga materi yang telah disampaikan dapat berguna bagi Saya dan teman-teman nantinya,” pungkasnya. (rahman)