SMP Muhi Weleri Gelar Pelatihan Sekolah Aman Bencana

1
9 views
KEBERSAMAAN. Anggota HW SMP Muhi Weleri tunjukkan kebersamaan dengan makan bersama di halaman sekolah ( foto dok agus)

KENDALMU.COM | WELERI. Pengembangan sumber daya siswa Muhammadiyah dimaksudkan untuk menanamkan dan meningkatkan kualitas peserta didik sebagai kader penerus cita – cita Muhammadiyah, yaitu cakap, percaya diri, dan berakhlak mulia.

Hal itu yang mendasari SMP Muhamadiyah 1 (Muhi) Weleri menggelar dua kegiatan sekaligus, yaitu Pramadana, penerimaan anggota baru Hizbul Wathan, dan  Sosialisasi Penanganan Bencana Kebakaran pada Jum’at-Sabtu (13-14/12) di SMP setempat.

Kepala SMP Muhi Weleri. Agus Martono menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan penguatan siswa yang memiliki karakter kebangsaan dan kepedulian sesama.

“Sebagai anggota Hizbul Wathan, diharapkan juga mampu memiliki keIslaman yang kuat, berjiwa nasionalis, dan kemandirian” katanya.

Karakter religiusitas dan kebangsaan menurut Agus Martono akan berdampak pada jiwa kegotongroyongan dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat.

“Sebagai peserta didik kelak akan mengabdikan diri di masyarakat yang diilandasi dengan keilmuan yang cukup dan mampu menjaga integritasnya sebagai alumni SMP Muhi Weleri” imbuhnya.

Agus Martono menambahkan, selain memahami dan menyadari siswa sebagai anggota HW juga mampu memiliki keterampilan yang cukup tentang kebencanaan.

PRAKTEK. Anggota Hizbul Wathan (HW) SMP Muhi Weleri praktek kebencanaan kebakaran ( foto dok agus)

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh 190 peserta didik melibatkan jajaran Muhammadiyah Disaster Management Muhammadiyah (MDMC)  Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Kendal. Adapun materi yang disampaikan antara lain fasilitas aman bencana, komite manajemen bencana, dan mencegah dan mengurangi bencana.

Donny Halim Mutia mengatakan, bahwa sekolah berpotensi sebagai institusi yang dapat menanamkan nilai-nilai siaga dalam menghadapi bencana lewat kurikulum yang ada.

“Kita ketahui kurikulum ada yang sifatnya intra dan ekstra sehingga banyak kegiatan di sekolah yang dapat diarahkan untuk pelatihan kebencanaan” kata Dony.

Bencana, kata Dony, bisa saja terjadi kapan dan dimana saja. Dampak bencana akan lebih parah jika terjadi pada saat prose belajar mengajar sedang berlangsung.

BACA JUGA :  AMM Kendal Siap Gelar Dialog & Refleksi Milad, Hadirkan Tiga Mantan PDPM Sebagai Nara Sumber

“Maka disinilah pentingnya sekolah melaksanakan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah Muhammadiyah” imbuhnya.

Beliau berharap idealnya semua sekolah Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana.

“SMP Muhammadiyah 1 Weleri sebagai pionir dalam pelatihan kebencanaan alam, dan ini yang pertama di Kab.Kendal” pungkasnya. (fur)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here