Sodik Purwanto; Sesama AUM Tidak Ada Saling Menjatuhkan

0
14 views
MENGUATKAN..Ketua Majelis Dilkdasme PDM Kendal meminta agar AUM tidak saling menjatuhkan ( foto dok agung)

KENDALMU.COM | LIMBANGAN. Program pembinaan bagi guru dan tenaga non guru di lingkungan sekolah Muhammadiyah dari Majelis Dikdasmen PDM Kendal sudah dari jauh hari diprogramkan dan dilaksanakan,  namun karena banyaknya sekolah Muhammadiyah maka menjadi sesuatu yang harus diatur secara baik agar bisa berjalan secara maksimal.

Di Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) didirikan, kemudian berjalan, dan berkembang pastinya tidak ada yang saling menjatuhkan, tetapi justru saling mendukung dan menguatkan.

Demikian kata Ketua Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Kendal, H, Sodik Purwanto saat melakukan pembinaan para guru dan tenaga non guru di lingkungan sekolah milik Muhammadiyah pada Sabtu (21/11) di Limbangan.

Saling menguatkan dan mendukung, menurut Sodik, dapat diawali dengan melakukan sillaturrahim dan komunikasi intensif antar kepala sekolah dengan guru dan antar sekolah atau lembaga lain.

“Intensitas sillaturrahmi akan mampu menghasilkan keberkahan, seperti melakukan kerja sama dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan  yang bisa menghasilkan kerja sampingan,usaha lain, tanpa meninggalkan tugas utama sebagai guru”

Terkait dengan kesejahteraan guru dan pegawai di sekolah Muhammadiyah, Sodik memahami masih terdapat guru atau pegawai yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh tetapi penghargaannya kurang layak.

“Hal ini jangan dibuat kecil hati, tidak menutup kemungkinan Allah memberi rizki yang tanpa disangka-sangka” ujarnya.

Di bidang lembaga, Persyarikatan, beliau mengatakan, Muhammadiyah memiliki semboyan berkemajuan dan di depan.

“Kalau yang lain berjalan, kita berlari, at localy to globally, di desa tapi cakrawala kita mencakup dunia, meski kita di Limbangan tapi wawasannya global” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kendal, H. Eko Wardoyo, menyampaikan, guru dan pegawai di lingkungan sekolah Muhammadiyah adalah pengikut dan berkarakter Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA :  Ikhtiar Kongkrit MPKU dan LPB Cegah Corona Di Kendal

“Guru dan pegawai sebagai pengikut Nabi Muhammad maka dalam mendidik kita harus berahlakul karimah” kata Wardoyo. Kalau sesuatu pekerjaan, lanjutnya, didasari dengan ahlakul karimah maka hasilnya nanti akan lebih unggul dibandingkan dengan yang lain.

“Dan keunggulan ini agar tidak menyimpang maka harus ada penunjuk yang dalam Al quran berbunyi alif lam mim, hudalil mutaqin” ungkapnya.

PESERTA. Sejumlah guru dan pegawai mengikuti pembinaan (foto dok agung)

Sedangkan Bendahara Majelis Dikdasmen, H. Moh Fattah, menyampaikan, sumber keuangan sekolah Muhammadiyah di Kendal.

“Sumber keuangan sekolah salah satunya diperoleh dari infaq siswa. Adapun infaq sekolah meliputi Uang Infaq Siswa (UIS), Uang Infaq Guru (UIG), dan Dana Pembangunan Pendidikan (DPP)” kata Fattah.

Beliau juga menjelaskan, dengan adanya kegiatan ektrakurikuler wajib di setiap sekolah Muhammadiyah, yaitu IPM dan HW pendanaannya ditiadakan.

“Kedua Ortom tersebut alokasi dana menjadi tanggungjawab PDM Daerah melalui Lazismu” ujarnya.

Fattah berharap, kepala sekolah dan guru tidak hanya memahami tentang sumber keuangan sekolah saja.

“Sillaturrahmi sebagai pondasi, kekuatan guru Muhammadiyah yang harus ditegakkan sebagai wujud identitas guru Muhammadiyah” tegas beliau.

Kegiatan pembinaan ditujukan kepada kepala SMP Muhammadiyah 8 Limbangan, seluruh guru dan pegawai. Turut hadir pula Ketua PCM Limbangan, H. Muhari  yang meminta kepada Majelis Dikdasmen Daerah Kendal agar lebih serius memperhatikan AUM pendidikan di Limbangan.

“Kami mohon pembinaan seperti ini dapat menguatkan sillaturrahmi yang mampu mengembangkan AUM di Limbangan” pungkasnya. (agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here