STIKES Muhammadiyah Kendal Gelar Halal Bihalal Virtual, Inilah 4 Pesan Prof Suparman

0
117

KENDALMU.COM | KENDAL. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Kendal menggelar kegiatan Halal Bihalal secara virtual, mengingat Covid-19 masih belum normal. Acara tersebut berlangsung pada Selasa menjelang siang (2/6) dengan nara sumber Wakil Ketua Piminan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof DR. H. Suparman Sykur, MA.

Dalam tausiahnya, beliau mengatakan, sebelum memasuki bulan Ramdhan dianjurkan selalu berdo’a, karena hal itu juga dilakukan Rasulullah, sesuai hadits “Sesungguhnya Nabi SAW ketika telah melihat hilal Ramadhan, beliau berdoa; Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”

Prof. DR. H. Suparman Syukur, MA, yang juga ketua Badan Pengurus Harian (BPH) STIKES Muhammadiyah Kendal menjelaskan, dalam memasuki Ramadhan Allah memberi keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman kepada orang-orang yang beriman.

“Selama ibadah Ramadhan yang dicari adalah kokohnya iman sebagai upaya untuk meraih ketaqwaan” katanya, sedangkan ibadah Ramadhan, lanjut Prof Suparman, dapat dilaksanakan harus dengan sehat jasmaniah dan rohaniahnya.

Beliau menganalogikan, setelah ibadah Ramadhan memiliki 4 stasiun kebaikan yang memiliki makna sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan orang-orang muslim.

“Puasa Ramadhan dengan segala ibadahnya merupakan Diklat selama satu bulan penuh dan harus direfleksikan ke depan supaya menjadi manusia yang berintgritas, yaitu la’alakum tattaquun” ujarnya.

Orang yang memiliki integritas tinggi, menurut Prof. Suparman, hidupnya dilandasi dengan tiga hal, yaitu positif tingking (ketulusan hati), malam hari dihiasi dengan berdzikir, tahajud kepada Allah, peduli sesama kaum dhuafa’, zakat, shadaqah, infaq, dan ketentraman hati dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Abdul Rohman, Anak Anggota Kokam Juara 2 Lari 400 M Popda Kendal

Beliau melanjutkan stasiun kebaikan ke dua dalam Ramadhan adalah bersyukur karena menyempurnakan puasa.

“Orang yang beribadah puasa Ramadhan dengan sempurna senantiasa bersyukur, dan bertakbir, karena bebas dari api neraka” lanjutnya mengutip pendapat Imam Nawawi dalam buku Riyadh al-shalihin hadist dari Abu Sa’id al Khudri mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali Allah menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”

Adapun stasiun kebaikan ke tiga adalah orang yang berpuasa sebulan penuh mestinya amal ibadahnya meningkat, yaitu sillaturrahmi sebagai koneksi antara satu dengan lainnya.

“Meskipun di masa Covid-19 kita mengalami kesulitan dalam koneksitas langsung sesama muslim, tetapi di era digital perlu dimanfaatkan sebagai sarana sillaturrahmi agar terintegrasi dengan baik”

Prof. Dr H Suparman Syukur, MA yang juga Guru Besar UIN Walisongo Semarang melanjutkan stasiun kebaikan ke empat adalah bertaubat.

“Bertaubat bentuk tindakan menyambut new normal. Jika tidak mampu bertaubat, maka wajib meninggalkan dosa” tutur Prof Suparman.

Dalam masa pandemi ini, beliau menilai bahwa Covid-19 bagi ummat Islam sebagai ujian dan tantangan yang berat, maka kita bertaubat dan meningkatkan keimanan kepada Allah.

Ia mengingatkan bahwa Covid-19 sebagai peringatan yang membuat manusia terkejut.

“Tetapi ada keterkejutan yang paling membahayakan, yaitu apabila manusia lupa kepada Tuhannya”

Di bagian akhir beliau berharap sillaturrahmi virtual ini senantiasa memberi hikmah yang besar.

“Saling memaafkan, terampuni dosa, mendapat rahmat, dan mendapat pertolongan dari Allah” ucapnya menyitir Al qur’an ayat terakhir dari Surat Al Baqarah ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’

BACA JUGA :  Target 1 Juz Dalam Tiga Hari, SD Muhammadiyah Weleri Selenggarakan Camp Qur’an

Sedangkan Wakil Sekretaris PDM Kendal, H. Moh. Antono, SE yang turut mengikuti Halal Bihalal virtual meminta, Penerimaan Mahasiswa Baru (PSB) dalam kondisi Covid-19 hendaknya STIKES Muhammadiyah Kendal mestinya memiliki terobosan-terobosan baru dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi.

“Mari kita ambil sisi positif dari teknologi dalam memasuki pasar bebas, dan jangan kondisi Covid-19 ini dijadikan kendala dalam mengembangkan dan membesarkan STIKES Muhammadiyah Kendal” katanya.

Sedangkan Ketua STIKES Muhammadiyah Kendal, Sulastri, S.Kep, Ns, M.Kep berharap Halal Bihalal secara daring tidak mengurangi rasa hortmat kepada yang mengikutinya dan memiliki nilai sebagai penyempurna ibadah di bulan Ramadhan.

“Halal Bihalal sebagai wahana intropeksi diri sehingga Ramadhan ke depan ada perbaikan yang positif” kata Lastri.

Beliau berharap ibadah Ramadhan sebulan penuh telah meninggalkan kenangan kebaikan, sabarnya menahan lapar dan dahaga, khusuknya mendirikan sholat tarawih, lail, tartilnya tadarus Al qur’an, nikmatnya makan sahur, dan berbahagianya ketika berbuka.

“Dari segala kebaikan tersebut semoga memberikan hikmah kepada kita sebagai modal untuk membentuk pribadi muslim yang kuat, disiplin tinggi, melatih kesabaran , salalu menghargai dan menghormati sesama manusia” tutupnya (fur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here