Studi Banding MPM Kendal, JATAM Lamongan Produksi JST 5 Drum Setiap Pekan

0
37 views
SAMBUTAN. Ketua MPM PDM Lamongan, Mat Iskan menyambut rombongan dari MPM PDM Kendal (foto dol sariyun)

KENDALMU.COM | LAMONGAN. Rombongan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kendal telah tiba di Lamongan, tepatnya di Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Brondong pada Ahad pagi (8/8). Kedatangan 14 orang tersebut disambut langsung oleh Ketua MPM PDM Lamongan, Mat Iskan, dan Ketua Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) setempat, M. Muchsin.

Mat Iskan selain mengucapkan selamat datang untuk rombongan dari MPM PDM Kendal juga menyampaikan perkembangan Majelis yang dipimpinnya, khususnya di bidang pemberdayaan para petani yang tergabung dalam JATAM Lamongan.

“Sampai saat ini MPM Lamongan dalam perkembangan memproduksi Jamu Strong Tanaman, JST 5 drum sepekan” kata Iskan.

JST. Hasil produksi Jamu Strong Tanaman yang diproduksi oleh Jatam MPM PDM Lamongan. (fotp dok sariyun)

Dia memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada rombongan MPM Kendal untuk belajar bersama di bidang pertanian, khususnya pupuk organik, yakni JST.

Diketahui, JST atau Jamu Bumi sebagai terobosan baru di bidang pupuk organik yang menjadi harapan baru untuk menggantikan pupuk kimia yang dirasakan kurang bersahabat dengan petani, pasalnya hasil produksi pertanian dengan menggunakan jamu bumi atau pupuk organik lebih prospektif dan petani lebih mandiri dalam mengolah lahan dan tidak tergantung dengan pupuk kimia.

Sementara itu Ketua JATAM Lamongan M. Muchsin menjelaskan lembaganya masih terus berproses melakukan pencerahan dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat petani khususnya di bidang pupuk organik.

“Dengan pupuk organik, JST, kami telah menunjukkan hasil pertanian yang lebih baik dan berkah” katanya.

Dijelaskan JATAM Lamongan melalui para anggotanya telah mengelola dan menanam beberapa jenis tanaman, seperti padi, pisang cavandish dan buah melon.

MELON. Wakil Ketua PDM, Kendal, Moh Ali Satiran berada di tengah tengan kebun tanaman melon milik Jatam.Lamongan. (foto dok sariyun)

Ketiga jenis tanaman tersebut, kata Muchsin sedang ditingkatkan produksinya, namun untuk jenis buah pisang cavandish dengan kualitas ekspor belum bisa memenuhi jumlah permintaan.

“Kami diminta sepekan sekali ekspor pisang ke Canada 100 tandan, setara satu container, tetapi belum bisa terpenuhi” kata Muchsin.

BACA JUGA :  Siswa MI Muhammadiyah Sambongsari, Weleri, Kendal Juara Tilawatil Quran di Kabupaten Batang
KEBUN CAVANDISH. Area kebun pisang cavandish bernilai eksport yang dikelola oleh MPM Cabang Brondong, Lamongan. (foto dok sariyun)

Dia berharap sebagai tahap awal para petani yang tergabung dalam JATAM lebih makmur kehidupannya dalam mengelola lahan pertaniannya karena menggunakan pupuk organic, JST, meskipun tanah yang dikelola tidak luas.

Sedangkan Wakil Ketua PDM Kendal, Moh Ali Satiran yang turut mendampingi rombongan mengatakan MPM PDM Kendal perlu belajar banyak kepada JATAM Lamongan tentang pemberdayaan masyarakat petani di Kendal.

“Tentu hasil belajar ini nantinya segera diaplikasikan di tingkat Cabang dan Ranting di Kendal” katanya.

 

Studi banding dilanjutkan menuju kebun pisang cavandish yang berada di lokasi Kampung Mencorek, Kalurahan Sedayu Lawas, Kec. Brondong untuk melihat langsung tanaman pisang yang bernilai eksport, kemudian  menuju kebun melon di daerah yang sama. Kunjungan rombong diakhiri menuju rumah produksi JST. (fur)