Tingkatkan Kompetensi Guru, SMK Muga Weleri Gelar Pelatihan dan Serifikasi TIFO Tingkat Nasional

0
1 views
STAKEHOLDER. Jajaran Pemangku Kepentingan, antara lain Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, PT Telkom dam Majelis Dikdasmen PWM Jateng siap mengantarkan guru bersertifikasi melalui pelatihan sertifikasi TIFO tingkat nasional ( foto dok gofur)

KENDALMU.COM | WELERI. Upaya peningkatan kompetensi guru terus dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 3 (Muga) Weleri. Hal tersebut dilakukan sebagai jaminan dikuasainya tingkat kompetensi oleh guru sehingga yang bersangkutan dapat melakukan tugasnya secara profesional, dapat dibina secara efektif dan efisien serta dapat melayani pihak yang berkepentingan terhadap proses pembelajaran, dengan sebaik-baiknya.

Hal itulah yang mendasari SMK Muhammadiyah 1 Weleri mendapat kepercayaan dari PT Telkom untuk menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Instalasi Fiber Optik (TIFO) tingkat nasional. Kegiatan tersebut mulai berlangsung Senin (15/12) di Laboratorium Fiber Optics (FO) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  setempat.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, H. Yusuf Darmawan mengatakan, pelatihan ini sebagai sarana saling mengisi dan memberi informasi, khususnya perkembangan teknologi dan komunikasi.

“Pelatihan dan Sertifikasi Teknisi Instalansi Fiber Optik (TIFO) Tingkat Nasional, ini diadakan selama lima hari, yakni mulai tanggal 16 – 20 Desember 2019” kata Darmawan.

Peserta pelatihan, menurut beliau, diikuti oleh sebanyak 28 guru dari 18 sekolah SMK di Jawa Tengah. Seperti Cilacap, Kebumen, Tegal, Brebes, Semarang, Kudus, Jepara, Blora dan Wonogiri.

Beliau menambahkan, dalam pelatihan ini peserta akan mendapatkan pengetahuan secara detail tentang fiber optics dari fungsi dan cara pengukuran yang benar. Kemudian bagaimana merangkai peralatan sesuai dengan standar yang benar.

“Tempat pelatihan kami pakai Laboratorium Fiber Optics (FO) yang dimiliki sekolah. selain tim Telkom, di pelatihan dan sertifikasi ini kami juga hadirkan Telkom Profesional Certfication Centre (TPCC) Bandung,” katanya.

Yusuf Darmawan mengungkapkan, pihaknya akan menjamin dan memfasilitasi seluruh kegiatan pelatihan dan sertifikasi TIFO ini. Proses kegiatan belajar mengajar akan dibuat senyaman mungkin sehingga dapat berjalan dengan baik. Kemudian, kegiatan ini merupakan transfer ilmu teknologi yang harus diserap sehingga nantinya dapat disampaikan kepada peserta didik untuk mempersikan lulusan dalam menghadapi revolusi industri atau yang dikenal dengan 4.0.

BACA JUGA :  Bupati Kendal Pertimbangkan Lockdown Dalam Sekala Besar

“Saya yakin, sebanyak 28 guru yang hadir di pelatihan ini punya semangat yang sama untuk melakukan sebuah perubahan. Ini kegiatan yang pertama. Karena yang inden itu ada seratusan sekolah. Terutama untuk sekolah-sekolah dari luar Jawa. InsyaAllah nanti ada tahap kedua. Tentunya ini akan kami komunikasinya kembali dengan tim dari Telkom, dan tim Telkom TPCC Bandung, kapan dan pesertanya berapa,” ungkapnya.

KONSENTRASI. Peserta pelatihan dan sertifikasi TIFO di Laboratorium Fiber Optic (FO) SMK Muga Weleri (foto dok gofur)

Sementara itu General manajer PT Telkom, Puji Wibowo mengatakan, konektivity fiber optics ini merupakan yang terbaik di era saat ini. Bisa dibaratkan, dahulu kala kalau jalan masih menggunakan jalur pantura dengan kondisi yang bergelombang, macet dan terkadang banjir maka saat ini sudah ada akses jalan tol.

“Maka fiber optics ini dibaratkan seperti tol, dapat memberikan akses layanan dengan kecepatan yang sangat tinggi, Saat ini Telkom sudah punya laboratorium Smart City Nusantara (SCN). Sudah banyak Bupati, Walikota, dan DPRD melakukan studi banding ke laboratorium SCN. Yang sudah menerapkan digital city  adalah Surabaya,” katanya

Sedangkan anggota Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, H. Utomo, sebelum membuka pelatihan, menyambut baik atas diselenggarakannya pelatihan dan sertifikasi TIFO tingkat nasional.

“Ini artinya pihak Telkom memberi kesempatan kepada guru-guru SMK Muhammadiyah untuk mengikuti pelatihan sertifikasi TIFO” katanya.

Utomo mengungkapkan, sampai saat ini Majelis Dikdasmen PWM Jateng membawahi, 179 SMK Muhammadiyah dengan sumber daya guru melimpah yang harus ditingkatkan kualitasnya.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan segi kualitas bagi guru yang sekaligus nantinya juga dapat mengantongi sertifikasi. Oleh karenanya, keberuntungan ada pada guru yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini. Pasalhnya, tidak semua guru dan sekolah dapat mengikuti kegiatan ini,” ujar Utomo.

BACA JUGA :  Tiga Pesan Ustadz Zabidi Di Akhir Tahun. Apa Itu..?

Beliau berharap ke depan masih ada program-program baru yang berkaitan dengan peningkatan SDM yang bisa dikerjasamakan dan maka Muhammadiyah yang mendapatkan kesempatan paling utama. Begitu juga untuk materi-materi pelatihan yang lain dari PT Telkom Indonesia. (fur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here