Usai Diwisuda, 39 Peserta SBM Terima Stimulan Dana Pengembangan Usaha

0
34 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Sebanyak 39 peserta Sekolah Bisnis Muslim (SBM) Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal (MEK PDM) mendapat dana stimulan untuk pengembangan usaha yang dijalaninya. Dana stimulan tersebut diberikan usai mereka diwisuda oleh pimpinan SBM, Muhtasin pada Ahad (28/11) di aula lantai 3 Gedung PDM Kendal.

SBM, kata Ketua MEK PDM Kendal, Noer Agoes Hidayat, sebagai media pembelajaran bagi masyarakat yang ingin belajar berwiraswasta sampai menjadi usahawan yang sukses.

“Mereka mengikuti pembelajaran selama 6 bulan, yang terdiri dari 10 kali pertemuan dan kunjungan lapangan di beberapa tempat usaha” kata Agoes.

“Sampai saat ini kami sudah menyelenggarakan SBM angkatan ke 4. Untuk angkatan ke 4 awalnya berjumlah 51 peserta dengan berbagai latar belakang usaha yang berbeda-beda, namun dalam komitmennya menjadi 39 peserta yang diwisuda” terangnya.

“Jadi yang kami butuhkan dalam SBM adalah komitmen, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 kami berusaha membangkitkan perekonomian” tegas Agoes.

Sementara itu Ketua PDM Kendal, Ikhsan Intizam menilai MEK telah melaksanakan salah satu sunnah Rasulullah, yaitu keberadaan MEK PDM Kendal telah memberi manfaat kepada sesama manusia dengan memberi ilmu.

“MEK Kendal tidak hanya memberi ilmu tentang kewirausahaan, tetapi juga modal” kata Ikhsan.

Dia meminta kepada MEK agar mereka yang telah menerima modal dikawal sampai menjadi usahawan yang sukses dan mandiri.

Ikhsan menerangkan, keberadaan Muhammadiyah telah membuktikan kepeduliannya dan akan terus menebar kebaikan di tengah-tengah masyarakat dengan kemanfaatannya.

Di ingatkan, bahwa pendiri Muhammadiyah, KH. Akhmad Dahlan adalah seorang saudagar dan aslinya orang-orang Muhammadiyah itu saudagar-saudagar.

“Namun Muhammadiyah dalam perkembangannya mendirikan banyak sekolah sehingga orang Muhamamdiyah menjadi Betoro Guru

BACA JUGA :  IPM SMA Muhpat Kendal Gelar Musyran Secara Daring Saat Masa PPKM

Sedangkan Ketua MEK PP Muhammadiyah, Herry Zudianto mengatakan antara ekonomi dan politik saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

“Kekuatan politik dengan dukungan ekomomi lemah itu tidak ada rumusnya” kata Herry.

Menurutnya, pada hakekatnya dengan perubahan sistem polititik ekonomi di dunia, akhirnya kita bicara ekonomi juga.

“Suatu negara dengan ekonominya yang kuat bukan semata ideologi politiknya lebih baik, tetapi karena sanggup mampu membangun sistem ekonomi yang luar biasa” ujarnya menyebut dua negara, China dan Amerika yang bersaing di bidang ekonomi.

“Dengan ekonomi yang tangguh mereka mampu memiliki militer yang kuat, dan mampu memikat dan memberi  bantuan ke negara-negara lain dengan cara mengikuti politik yang dianutnya” imbuh Herry.

Ditegaskan, ekonomi tidak didengung-dengungkan, tetapi ditunjukkan melalui bentuk nyata mulai dari hal-hal kecil, seperti Sekolah Bisnis Muslim.

Terkait dengan SBM, dia berpesan kepada seluruh alumni untuk memegang prinsip bisnis, tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan.

“Seorang pebisnis adalah mereka harus paling peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi setiap saat di lingkungan dan teknologi. Tidak ada kata saya sudah melakukan dengan baik, tetapi apa yang harus saya antisipasi” ungkap dia.

Ekonomi Muhammadiyah melalui MEK, kata Herry adalah menyusun kekuatan organisasi dan anggota ada jejaring kuat supaya berkembang dengan baik.

“Antara organisasi, anggota, para pebisnis, dan para saudagar Muhammadiyah memiliki jejaring dengan baik” pesannya.

Hadir dalam acara Wisuda ke 4 SBM antara lain jajaran PDM Kendal, MEK PCM se Kab. Kendal, keluarga wisudawan/wisudawati, perwakilan dari Kadin, Hipmi, Baznas, dan ortom Daerah Kendal. (fur)