Beranda Dinamika Ustadz Ikhsan Intizam : Wahai Para Istri, Senangkan Suamimu

Ustadz Ikhsan Intizam : Wahai Para Istri, Senangkan Suamimu

0
129 views
Wakil Ketua PDM Kendal, Ustadz H. Ikhsan Intizam, L.c, M.Ag

KENDALMU.COM | PATEBON. Pasangan suami istri adalah dua makhluk Allah yang telah diikat dengan sebuah pernikahan yang sah. Suami dan istri dalam kontek kehidupan rumah tangga memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda, tetapi memiliki misi yang sama, yaitu menjaga dan menyelamatkan keluarga dari api neraka. Salah satu tugas utama istri kepada suami adalah menyenangkan apabila dipandang oleh suami, maka wahai para istri, senangkanlah suamimu.

Demikian seruan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Ustadz H. Ikhsan Intizam, Lc, M.Ag, saat menyampaikan ceramah pengajian Ahad pagi (20/11) di Masjid Umar bin Khatab Desa Kumpulrejo, Patebon, yang dihadiri sebagian besar adalah ibu-ibu rumah tangga.

Ustadz Ikhsan, menegaskan, bahwa seorang wanita muslimah dengan status menikah, maka ridho suami di atas ridho orang tua.

“Oleh karena itu seorang istri jika ingin menghuni surga dan mendapat pahala dari Allah, sudah seharusnya menjaga sikap dan mentaati perintah suaminya yang sejalan dengan ajaran Islam” tegasnya mengutip hadist Nabi dari Abu Hurairah yang meriwayatkan, bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik? ” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci”

Lebih lanjut Ustadz Ikhsan mengatakan, bahwa untuk mendapatkan ridho suami, minimal seorang istri melakukan lima hal, yaitu, mensyukuri apa yang dilakukan suami untuk istrinya. Perintah syukur ini sangat ditekankan dalam Islam, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’

BACA JUGA :  MI Muhammadiyah Sambongsari Terima Bantuan Laptop dari Lazismu Daerah Kendal

Yang ke dua, lanjutnya, adalah menyenangkan suami saat melihat kita.

“Seorang isteri ideal selalu nampak ceria, lemah lembut, dan menyenangkan suami. Jika suami pulang ke rumah setelah seharian bekerja, maka ia mendapatkan sesuatu yang dapat menenangkan dan menghibur hatinya. Jika suami mendapati istri yang bersolek dan ceria menyambut kedatangannya, maka ia telah mendapatkan ketenangan yang hakiki dari isterinya” beber sang ustadz mengutip sebuah hadits, “Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.”

Yang ketiga menurut beliau, adalah, tidak menyakiti suami baik ucapan maupun perbuatan

Seorang istri, kata ustadz Ikhsan, tidak boleh memanggil suami dengan kejelekan atau mencaci-makinya.

“Ucapan seorang istri kepada suaminya dengan kata-kata kasar dapat menyakiti hatinya” ucapnya denan mengutip hadits Rasulullah, ‘Tidaklah seorang isteri menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya dari para bidadari Surga akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Celakalah dirimu! Karena ia hanya sejenak berkumpul denganmu yang kemudian meninggalkan-mu untuk kembali kepada kami.’

Adapun yang ke empat adalah melayani kebutuhan biologis suami dengan senang hati

“Apabila suami minta berhubungan intim dan istri tidak sedang berhalangan maka layanilah dengan senang hati, dan jangan mencari banyak alasan untuk seorang istri menolak permintaan suaminya ini” jelasnya.

Menurutnya, ketika suami ada hasrat biologis kepada istrinya maka layaninah meskipun dalam kesibukan, “Dalam hadist Rasulullah bersabda “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya maka hendaklah istri mendatanginya walupun istri sedang berada di dapur”

Di bagian akhir, beliau menyampaikan, seorang istri yang melayani suami dalam hal apapun dan dalam kondisi apapun baik dalam kondisi lelah tetap memberikan yang terbaik untuk suaminya hingga suaminya merasa amat membutuhkan serta menenangkan dirinya, akan mendapat rida Allah hingga ia meninggal sebab segala urusan yang dilakukannya memiliki pahala lebih sebagai balasan ketataan dan keihklasan dalam melayani suaminya. (fur)

BACA JUGA :  Ikhtiar Tangkal Covid-19, SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo Beri Sistem Imun Jasmani dan Rokhani