Home Dinamika Ustadz Iskhaq: Berkurban Itu Kemauan Bukan Kemampuan

Ustadz Iskhaq: Berkurban Itu Kemauan Bukan Kemampuan

0
205 views
KEMAUAN. Ustadz Iskhaq: Berkurban itu kamauan yang diawali dengan niat, bukan kemampuan (foto dok aris)

KENDALMU.COM | MAGELANG. Perintah favorit tentang kurban tercantum dengan jelas dan tegas dalam Al qur’an Surat Al Kausar. Tetapi faktanya sebagian kaum muslim merasa sulit untuk menjalankannya.

Berqurban tidak selalu identik dengan yang mampu tapi juga perlu ada kemauan, banyak yang mampu beli mobil, sepeda motor, Handpohne, laptop dan tablet tapi belum pernah berqurban selama hidupnya, sementara ada yang hanya tinggal di rumah sederhana dengan penghasilan pas-pasan tapi mampu berqurban dari menyisihkan hartanya sedikit demi sedikit, inilah makna hidup yang sebenarnya antara kemampuan dan kemauan.

Demikian pendapat ustadz Iskhaq ketika menyampaikan pengajian Ahad pagi di Masjid Al Amien Secang, Magelang (29/11).

Sikap kemauan berkurban, menurut beliau, bisa diawali dengan berlatih bagi anak-anak untuk menabung.

“Anak-anak tiap harinya ketika mendapat uang jajan dari orang tuanya, atau mbahnya, sebagian bisa disisihkan untuk ditabung” kata ustadz Iskhaq.

Apabila dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, lanjutnya, dengan menambung minimal sehari Rp 2000; maka anak itu bisa berkurban seekor kambing.

“Menghitungnya Rp 2000 x 365 hari x 3 terkumpul Rp 2 juta lebih, bisa dapat satu ekor kambing” ungkapnya.

“Saya katakan, orang paling kere di Magelang sehari pasti punya uang Rp 2.000; tinggal kita menjalankan menabung” tegas beliau.

Ustadz Iskhaq yang juga Direktur Pondok Modern Darul Arqam Muhammadiyah Patean, Kendal lebih lanjut mengatakan, di zaman yang serba maju dan global seperti saat ini memang memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat kita, termasuk pada pola pikir dan obsesi pribadi masing-masing individu, yang cenderung berorientasi pada materi atau hal yang bersifat kebendaan.

“Hal tersebut membuat prestise atau kebanggaan diri terhadap materi mengalahkan segalanya, termasuk soal ibadah kepada Sang Pencipta, dan juga berbagi dengan sesama” katanya.

BACA JUGA :  Pertama di Kendal, LPB Gelar Seminar dan Lokakarya SPAB. Antisipasi Hadapi Bencana

Masyarakat sekarang ini, lanjutnya, seperti dipacu untuk bekerja keras dari pagi hingga malam, untuk mendapatkan materi yang berlimpah, misalnya uang yang banyak, rumah yang mewah, barang yang mahal, dan juga kendaraan pribadi yang bagus, meski harus dimiliki secara kredit.

“Hidup layak dan penghargaan dari orang lain seakan menjadi target utama” ujarnya.

Masalah Ibadah, menurut ustadz Iskhaq yang juga Wakil Ketua PDM Kendal, memang masalah hati, yang tidak bisa dipaksakan.

“Semua tergantung dari niat yang tulus dan tekad yang kuat. Tanpa kedua hal tersebut, rasanya sulit kita untuk melakukannya, termasuk untuk berqurban. Masalahnya bukan pada kemampuan materi, melainkan pada kemauan dan kesadaran pribadi” tegasnya lagi. (aris)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here