Ustadz Junaedi Abdullah : Urusan Dunia Tidak Akan Memberi Kepuasan

0
13 views

KENDALMU.COM | RINGINARUM. Sekalipun kita memiliki uang sebanyak mungkin dan harta yang tak akan kekurangan tetapi masih merasa kurang. Uang dan harta yang diharapkan mampu memberi kepuasan, tetapi manusia tidak akan merasa puas, dan masih terus ingin menumpuk harta.

Demikian penggalan tausyiah dari Ustadz Junaedi Abdullah yang disampaikan dalam pengajian Ahad Pagi PCM Ringinarum (15/8) di Masjid Al Ittiba’ Caruban.

Di masa pandemi Covid-19 dan era modern ini dengan moralitas carut marut, lanjutnya manusia sekarang tidak hanya makan nasi.

“Mereka dengan lahap makan semen, besi, pasir, bahan bangunan, bahkan tega makan temannya, rakyatnya sendiri. Binatang sejak dulu makan rumput, ada yang makan daging, tetapi manusia dalam hal makan sudah melampoi batas” tegas Junaedi.

Dikatakan, orang-orang yang hidupnya hanya untuk kerja, kerja dan kerja tanpa melakukan kepentingan akhirat dapat memicu kesengsaraan dan kesibukan yang tiada henti.

“Mencintai dunia berlebihan kerap membuat seseorang menjadi lupa akan kodratnya sebagai seorang hamba” katanya.

Menurut Junaedi, hidup seseorang di dunia tidak perlu lama-lama, kalau tidak mampu memanfaatkan umur yang panjang.

“Umur kita tidak perlu terlalu lama di dunia, karena umur seseorang akan dimintai pertanggungjawaban Allah di akhirat kelak” ujarnya. ‘Lebih baik umur sedang tetapi dimanfaatkan untuk beribadah sebagai bekal di akhirat nanti’ lanjut dia.

Di bagian akhir, Junaedi Abdullah mengajak dan berpesan supaya hidup lurus dan bernilai ibadah menjadikan Allah sebagai pemimpin.

“Orang yang hidupnya dalam naungan Allah akan senantiasa ingat kepadaNya, jalan yang dilalui selalui mendapat ridhoNya, dan rizki yang didapat hanya titipan dan digunakan di jalan Allah” katanya.

Sedangkan orang-orang yang lepas dari naungan Allah antara lain tak lepas dari kesedihan yang membelenggu terus-menerus, meskipun harta melimpah, keletihan berkelanjutan, dan kerugian hidup yang tidak akan berujung, karena tidak pernah ingat kepada Sang Khaliq.

BACA JUGA :  Selama Tiga Hari MI Muhammadiyah Purworejo Gelar Tahfidz Qur’an

“Penderitaan ini setidaknya bakal menemani pencinta dunia secara berlebihan akibat rusaknya iman yang bermuara pada rusaknya akal” tutupnya. (fur)