Warga Kendal Dijinkan Gelar Hajatan, Inilah Syaratnya

0
21

KENDALMU.COM | KENDAL. Memasuki bulan Dzulhijjah kadang sebagian masyarakat menjadikannya sebagai bulan baik untuk menggelar hajatan, seperti resepsi atau walimahan, padahal pandemi Covid-19 masih melanda. Namun hal itu bagi Bupati Kendal, Mirna Annisa justru mengizinkan warganya menggelar hajatan maupun resepsi di tengah pandemi covid-19.

Dikutip laman ayosemarang.com. Bupati Kendal, Mirna Annisa akhirnya mengijinkan warganya menggelar resepsi maupun hajatan, namun dengan beberapa persyaratan yang harus disepakati dan dilaksanakan mereka yang akan menggelar hajatan.

“Dengan mempertimbangkan kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat Kendal, resepsi ataupun hajatan boleh diselenggarakan selagi penyelenggara berkomitmen untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ada. Termasuk pembatasan tamu undangan, pengaturan jarak, penyediaan sarana cuci tangan, hingga wajib memakai masker” kata Mirna ketika menyampaikan arahan kepada ketua RT dan RW di Pendopo Bahurekso Selasa (21/7).

Beliau menjelaskan, kalau soal hajatan atau resepsi mengacu pada surat edaran gubernur Jawa Tengah, kita keluarkan surat edaran yang mengatakan hajatan tetap boleh dilaksanakan dengan prosedur covid-19. Namun tetap ada ketentuannya, jelas Mirna.

Selain itu, pihak penyelenggara berkewajiban memberitahukan kegiatan tersebut kepada tim gugus tingkat desa maupun kecamatan. Dengan harapan, tim gugus bisa memantau kegiatan agar tetap dalam prosedur penerapan protokol kesehatan. Meski diizinkan, tim gugus tugas bersama tim penyelenggara kegiatan bertanggungjawab penuh atas hal-hal yang bisa terjadi pascapenyelenggaraan.  Yang penting ada komunikasi dan taati peraturan protokol covid-19, tambahnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kendal, Winarno, mengatakan dalam proses penyelenggaraan kegiatan hajatan atau resepsi perlu penanggungjawab kegiatan yang bisa mengatur proses berjalannya agenda. Seperti halnya pembatasan 10 orang saat proses akad nikah, pengaturan tamu agar tetap jaga jarak hingga pengaturan tata cara penyediaan makanan.  Kalau perlu malah makan atau prasmanan bisa diganti dengan bungkusan atau kardus. Jadi tidak memaksakan kesannya tidak memaksakan diri dan bisa mencegah penularan, jelasnya. Selain hajatan, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Kendal kini sudah diijinkan untuk dibuka, terkecuali tempat wisata kolam renang. Operasional trasportasi pun turut diperbolehkan asalkan mematuhi protokol kesehatan seperti wajib pakai masker dan pengaturan jarak tempat duduk.  Pihaknya berharap adanya dukungan dari masyarakat kepada pemerintah dalam menangani covid-19. Hal tersebut agar tidak ada lagi lonjakan pasien positif korona sebagaimana beberapa pekan terakhir. Data terakhir pasien positif covid-19 di Kendal 147 orang. Hari ini ada tambahan 7 orang. Maka dari itu, kita tidak boleh diam dan pasrah. Harus ada upaya yang perlu dilakukan, yakni bersama mencegah, ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here