Wisuda STIT Muhammadiyah Kendal ke 17, Pemkab Kendal : Lembaga Kesehatan Muhammadiyah Sangat Membantu

0
92 views

KENDALMU.COM | KENDAL. Lembaga – lembaga yang dimiliki dan dikelola oleh Muhammadiyah di Kendal bergerak di berbagai usaha dan secara umum telah membantu Pemerintah Kabupaten Kendal. Lembaga rumah sakit, kemarin kami terus terang sangat berterima kasih terhadap usaha-usaha rumah sakit dalam penanganan Covid sampai jatuh bangun. Kita meminta bantuan kepada 5 rumah sakit swasta untuk menangani Covid di Kendal, dan saya yakin peran paling dominan dalam penanganan Covid adalah RSI Muhammadiyah di Weleri.

Demikian kata Sekda Kendal, M. Toha saat menyampaikan sambutan di acara Wisuda Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah ke 17 pada Sabtu (18/12) di gedung paripurna DPRD Kab. Kendal.

“Setiap saat kami mengadakan rapat secara daring maupun tatap muka dengan para direktur rumah sakit swasta, saat itu kami menuntut agar ada penambahan ruang untuk pasien Covid beserta peralatannya, Alhamdulillah jawabannya seperti Bandung Bondowoso, insya Allah besok kami tambah Pak Sekda” ungkap Toha disambut tepuk tangan oleh para tamu undangan dan 55 wisudawan STIT Muhammadiyah Kendal.

“Tidak luput dari pengamatan Pemkab Kendal terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah, mulai PAUD, sekolah tingkat dasar, menengah, bahkan perguruan tinggi peran Muhammadiyah kami rasakan sangat besar dalam mencerdaskan masyarakat Kendal dan kemajuan Kab Kendal” katanya.

“Mungkin sudah puluhan ribu anak-anak kita, mahaiswa-mahasiswa yang telah dididik oleh Muhammadiyah untuk menjadi orang-orang yang cerdas dan bermanfaat di Kabupaten Kendal” ungkapnya lagi.

Terkait dengan wisuda ke 17 STIT Muhammadiyah Kendal, Pemkab Kendal menilai STIT Muhammadiyah telah membesarkan mahasiswanya yang dibuktikan dengan diselenggarakan wisuda.

Sementara itu Ketua STIT Muhammadiyah Kendal, Ikhsan Intizam mengatakan mengasah kemampuan seyogyanya dilakukan para alumni STIT Muhammadiyah Kendal ketika terjun di masyarakat dan dunia kerja.

BACA JUGA :  Musycab PCPM Ngampel Tetapkan Nauval Sebagai Ketua

“Kunci sukses itu bukan karena kuliah di kampus yang besar atau favorit atau bahkan bukan semata-mata lulus dengan predikat cumlaude, tetapi harus memiliki life skill, kejujuran, kepercayaan dan karakter yang kuat” tegas Ikhsan.

“Pepatah mengatakan jika kita tidak punya uang kita kehilangan sesuatu, tapi jika kita tak memiliki karakter kita akan kehilangan segalanya,” imbuhnya.

Diingatkan, memasuki di era revolusi industri 4.0 pasti semakin berat dan padat. Bahkan di masa yang akan datang kampus-kampus akan menjadi organizer yaitu mengkoordinasi dosen, ilmuwan dari berbagai belahan dunia untuk memberikan layanan pengembangan ilmu pengatahuan kepada para mahasiswa.

Sedangkan Sekretaris PWM Jawa Tengah, Wahyudi menyampaikan, Muhammadiyah sejak awal berdiri sampai sekarang tidak berhenti dari pergerakan, maka wajar sampai sekarang muncul banyak sekali amal usaha Muhammadiyah.

“Baik itu sekolah-sekolah, rumah sakit, dan perguruan tinggi Muhammadiyah dan juga panti asuhan Muhammadiyah,” kata Suparman.

“Amal usaha Muhammadiyah yang didirikan dan dibangun itu tidak semata-mata untuk kepentingan umat Muhammadiyah belaka. Tetapi AUM ini dibangun untuk masyarakat secara keseluruhan, bangsa dan negara” lanjutnya.

“Maka kalau kemudian kita melihat AUM misalnya yang didirikan di NTT yang mayoritas mereka pemeluk yang pemeluk agam Nasrani maka mayoritas mahasiswa atau siswa di sana adalah umat Kristiyani. Meskipun itu sekolah atau PT Muhammadiyah. Ini juga berlaku untuk rumah sakit dan panti asuhan Muhammadiyah. Ini didirikan untuk kepentingan umat, bangsa dan negara,” katanya.

Turut hadir dalam prosesi wisuda antara lain, jajaran PDM Kendal, Forkompida Kendal, Wakil Sekretaris majelis Dikti PP Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem, Sekretaris Kopertais Wilayah 10, Ruswan, dan seluruh Ketua PCM dan PCA se Kab. Kendal.

BACA JUGA :  Ketua IDI Kendal Dikukuhkan Sebagai Direktur RSUDI Kaliwungu

Terdapat 3 wisudawan yang berpredikat cumlaude, yakni Siti Susanti dengan IPK 3,8 Nur Khanifah IPK 3,79 dan Rakhel Cipta Zaida dengan IPK 3,78 (fur)