Wujudkan Kemandirian Pangan, PCPM Boja dan Kokam Panen Lele

0
70 views

KENDALMU.COM | BOJA. Di tengah hutan yang tidak jauh dari pemukiman di Desa Kliris, Kecamatan Boja terdapat lahan yang cukup luas. Di lahan itu ada 4 kolam media tanah, masing-masing kolam berukuran 3 x 4 meter.

Tiga bulan lalu setiap kolamnya telah ditebar 10 ribu bibit lele, dan dalam perkembangannya ikan yang nama latinnya Clarias itu telah tumbuh dengan ukuran 8 – 12 ekor setiap kilonya.

Adalah Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Boja bekerja sama dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) setempat yang mengelola lahan untuk budidaya lele.

Di tengah cuaca sedikit mendung beberapa anggota PCPM dan Kokam Boja siang itu sedang panen lele. Terdengar suara deru diesel pompa air sedang menguras air kolam, mengiringi kecipak air.

Kami berempat yang datang agak telat tetap disambut oleh ikan-ikan sehat itu. Mereka berkulit cenderung gelap dan mulus dengan ukuran sedang dan besar. Mereka saling berkejaran kian kemari memburu kecipak air yang terus memancar seolah menari dengan tarian terindah yang mereka persembahkan menyambut kedatangan kami sebagai sapaan Sugeng Rawuh.

Komando Kokam Marcab Boja, Edi Purwanto mengatakan, usaha budidaya lele dilakukan sebagai ikhtiar bersama dalam rangka penguatan dan kemandirian pangan di masa pandemi Covid-19.

“Waktu itu kami sepakat memanfaatkan lahan milik salah satu anggota Kokam untuk budidaya ikan lele” kenang Edi mengawali pembicaraan dengan kendalmu.com pada Sabtu (25/12).

“Lima bulan lalu kami kerja bakti membuat kolam lele media tanah, kami siapkan enam petak kolam ukuran 3 meter x 4 meter” kenangnya lagi.

Menurutnya, ikan lele dalam pemeliharaannya tidak terlalu sulit jika dibandingkan dengan ikan gurami, bawal, atau ikan tawar lainnya.

“Ikan lele itu menurut kami mudah pemeliharaannya, apalagi air pegunungan yang tersedia cukup melimpah´ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Kendal Minta Kepada IPM Untuk Menciptakan Generasi Handal Yang Berbudi Luhur

Diterangkan, selama lima bulan pihaknya sudah dua kali panen meskiupun hasilnya belum maksimal.

“Pertama kali panen, tiga bulan lalu menghasilkan 1,4 kwintal dari 10 ribu benih. Adapun panen ke dua ini tadi kami timbang Alhamdulillah ada 1, 6 kwintal dari 6 ribu benih” katanya.

Hasil panen, lanjut Edi selain dijual ke pengepul juga kami bagi ke beberapa anggota PCPM dan Kokam setempat juga fakir miskin.

“Lele yang layak konsumsi, yakni ukuran 8 – 12 ekor kami jual ke pengepul. Adapun yang tidak memenuhi standar kami konsumsi sendiri” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Pengelola Budidaya Lele PCPM Boja, Suatno mengungkapkan, ketika pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu menghantam, banyak para Pemuda Muhamamdiyah Boja yang mengalami PHK dari tempat kerjanya dan mereka kehilangan penghasilan.

“Kami berfikir untuk bisa membantu mereka, diantaranya melalui karya nyata budidaya lele untuk dijadikan ketahanan pangan keluarga” kata Suatno.

Dalam pelaksanaan inovasi budidaya lele, khususnya pasca panen pihaknya akan merintis pemanfaatan seluruh ikan lele dalam bentuk inovasi.

“Kebanyakan orang mengkonsumsi lele, masih menyisakan kepala lele” ujarnya.

Menurutnya, perlu ada inovasi baru yang perlu dilakukan, dengan prinsip total manfaat lele, yaitu pemanfaatan kepala lele, dan lele siap konsumsi.

“Kepala lele kita inovasi dengan proses menuju sambal lele. Lele kemasan siap konsumsi, yakni membersihkan isi perut lele dan memotong kepalanya, lumuri ikan dengan bumbu hingga benar-benar rata kemudian dikemas dengan kantong plastik isi antara 8 -10 ekor selanjutnya simpan di lemari es tepatnya di freezer” terangnya.

“Inovasi tersebut ke depan akan kami lakukan sebagai bentuk inovasi pengolahan lele yang lebih kreatif” katanya. (fur)