Wujudkan Sekolah Mandiri, SD Muhammadiyah Weleri Grand Opening Minimarket Mentari Mart

1
243 views
GUNTING PITA. Wakil Ketua PDM Kendal, H. Khaerudin Rais, meresmikan minimarket Mentari Mart SD Muhammadiyah Weleri (foto dok sulis)

KENDALMU.COM | WELERI. Sebuah lembaga pendidikan formal, seperti Sekolah Dasar bisa disebut sekolah mandiri apabila memiliki inisiatif untuk memenuhi semua kebutuhan sendiri dan memecahkan permasalahannya sendiri tanpa harus minta dibantu atau tergantung kepada pengawas atau dinas  pendidikan setempat.

Hal itu sedang dilakukan oleh SD Muhammadiyah Weleri melalui Grand Opening Minimarket Mentari Mart yang berlangsung pada Selasa (22/12) di sekolah setempat.

Kepala SD Muhammadiyah Weleri, Sriyanta, mengatakan, pihaknya memiliki dasar yang kuat dalam mendirkan Mentari Mart, yaitu ingin mewujudkan sekolah mandiri.

Beliau mengakui, bahwa SD Muhammadiyah Weleri termasuk sekolah besar dan tidak ingin di kemudian hari terhempas oleh zaman karena tidak siap bersaing.

“Berdirinya Minimarket Mentari Mart kami landasi keinginan setelah melihat beberapa sekolah lain memiliki usaha di bidang ekonomi. Hal tersebut kami lakukan untuk mewujudkan sekolah mandiri” kata Sriyanta.

“Kalau sekolah lain bisa kenapa kita tidak, lebih baik kita bergerak meskipun terjatuh setelah itu bangun lagi, dan bergerak lagi” ujarnya.

Sriyanta berharap, ke depan Mentari Mart dapat berkembang dan maju, sehingga kebutuhan keuangan sekolah tidak merasa terganggu.

EKO WARDOYO “Lebih baik berbuat kebaikan meskipun terlambat, dari pada mengetahui perbuatan baik, tetapi tidak dilakukan” (foto dok galuh)

Sementara itu Anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Eko Wardoyo memberi apresiasi kepada SD Muhammadiyah Weleri yang telah berani mengambil langkah meskipun hal ini tergolong telat, namun itu lebih baik dari pada tidak berbuat kebaikan.

“Lebih baik berbuat kebaikan meskipun terlambat, dari pada mengetahui perbuatan baik, tetapi tidak dilakukan” katanya.

Sedangkan Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PDM Kendal, H. Moechammad Agoes Noer Hidayah yang turut hadir dalam grand opening, mengatakan, mendirikan minimarket selain membutuhkan dana yang besar juga mengundang resiko yang tidak ringan.

BACA JUGA :  Prof Suparman Ungkap Perjuangan, Pengorbanan dan Perkembangan Muhammadiyah Saat Resepsi Milad ke 107 di Rowosari

“Bisnis seperti minimarket selain membutuhkan modal yang besar juga harus siap bersaing dengan yang lain” kata Agoes.

Beliau menjelaskan, bisnis di bidang minimarket tidak hanya butuh dana yang besar, namun persaingan dagang juga menjadi faktor lain akan riskannya kegagalan di bisnis ini.

SIAP BERSAING. Ketua MEK PDM Kendal, H. Moechammad Agoes Noer Hidayat “Bisnis seperti minimarket selain membutuhkan modal yang besar juga harus siap bersaing dengan yang lain” (foto dok galuh)

“Kami yakin, minimarket ini sudah diperhitungkan dengan matang, dari sisi modal, manajemen, desain,  strategi penjualan, dan resiko yang akan ditanggung jika mengalami kebangkrutan” ungkapnya.

“Karena niat baik saja itu tidak cukup untuk menjadikan cita-cita menjadi besar, perlu konsep yang jelas dari awal terutama aturan kesepakatan dari awal antar pihak yang bersangkutan agar dikemudian hari tidak terjadi perselisihan” tegasnya.

Beliau menilai, berdirinya minimarket ini menaruh rasa bangga dan tantangan tersendiri bagi seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah weleri.

“Setidaknya bukti naiknya kualitas adalah dengan datangnya tantangan baru dalam setiap sesi kehidupan” imbuhnya.

Grand opening minimarket Mentari Mart ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Ketua PDM Kendal, Koordinator Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, H. Khaerudin Rais. (galuh)